DPW DKI Jakarta dan Depok

Musibah di Atas Musibah (Khutbah Jum’at)

0 315


Oleh : Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc. MA

إن الحمد لله نحمده ، و نستعينه ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ، ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له .وأ شهد أ ن محمداً عبدُه و رسولُه
يَاأَيها الذين آ مَنُوا اتقُوا اللهَ حَق تُقَا ته ولاتموتن إلا وأنتم مُسلمُون
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أ يها الذين آ منوا اتقوا الله وقولوا قَو لاً سَديداً يُصلح لَكُم أَ عما لكم وَ يَغفر لَكُم ذُ نُو بَكُم وَ مَن يُطع الله وَ رَسُولَهُ فَقَد فَازَ فَوزاً عَظيماً

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وآله وسلم، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

Kaum muslimin rahimakumullah!
apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di beberapa tempat di Indonesia hari ini sungguh sangat memilukan

Belum lagi kering air mata kita dengan apa yang terjadi di Lombok kita pun dikejutkan dengan gempa bumi berikut tsunami yang meluluhlantakkan kota Palu.

Tidak ada kata yang patut untuk kita ucapkan atas semua ini kecuali innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya.

Kekuasaan Allah tidak terbatas, yang meliputi segala apa yang ada di alam raya ini, dan itu terbukti dengan apa yang terjadi berupa musibah yang datang beruntun dan berturut-turut ini.

Betapa kecil dan tidak berdaya nya manusia dihadapan kemahakuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini ibarat sebutir debu di Padang Sahara atau Setetes Air di tujuh lautan benua.

Semua doa kita panjatkan untuk para korban , semoga yang wafat mendapatkan syahid di sisi Allah , dan yang terluka segera disembuhkanNya,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُوَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Para syuhada itu ada lima golongan: yang terkena tha’un , mabthun ( sakit perut) ,tenggelam, terkena reruntuhan, dan yang syahid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” ( HR.Al Bukhari & Muslim)

Kitapun berharap agar kondisi segera pulih dengan keimanan yang bertambah serta ketakwaan yang semakin mantap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dibutuhkan kontribusi kita semua moril dan materil sebagai wujud persaudaraan dan keimanan,, untuk menghadapi musibah yang sangat besar ini.

Namun ……
Jamaah Jum’at
Yang dimuliakan Allah

Tahukah kita akan musibah yang lebih besar daripada itu semua ?

Lebih besar daripada gempa bumi yang meluluhlantakkan kota

Lebih besar daripada banjir tsunami yang menyapu rata.

lebih dahsyat dari angin puyuh yang menerbangkan semua yang ada

Allah subhanahu Allah berfirman :

ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Surat An-Nur, Ayat 63)

Menyelisihi Jalan Kebenaran jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelisihi syariat Islam, menyelisihi petunjuk nabi, menyelisihi Al Quran , itulah semua yang mengundang bencana.

Saat kita diuji dengan bencana alam gempa bumi ,tsunami dan lain sebagainya lantas kemudian kita kembali kepada Allah menjadikannya sebagai pemicu untuk bertaubat kepada Allah sebagai jalan untuk taat dan kembali meniti jalan kesolehan maka sungguh musibah itu akan membuka lembaran-lembaran kebaikan bagi kehidupan kita.

Namun jika kekuasaan Allah yang mutlak itu telah ditunjukkannya dalam bentuk musibah yang datang silih berganti lantas kemudian kita tidak mengambil pelajaran ,kita tidak kembali kepada jalannya, kita tidak bertaubat, bahkan justru semakin sombong ,semakin ponggah dengan kesyirikan dan kemaksiatan ,maka azab Allah yang paling besar akan menimpa kita berupa kesesatan, berupa kekufuran, berupa jauhnya dan semakin jauh nya kita dari jalan Allah inilah musibah di atas musibah .
Musibah terbesar saat Allah jauhkan kita dariNya.
Wallahu l Musta’an

Bumi Langit dan seluruh semesta sejatinya adalah makhluk yang taat kepada Allah , maka Tidak sepantasnya manusia saat diberikan Wahyu oleh Allah untuk hidup di atas bimbingan Wahyu itu lantas kemudian menjauhkan diri dan bahkan menistakan wahyu Allah dan lebih memilih jalan yang dia buat sendiri, aturan yang dia ,karang sendiri, jalan hidup yang mereka rekayasa sendiri . Itulah yang justru akan menjadikan manusia itu terjatuh ke dalam lembah kebinasaan

Allah ta’ala berfirman

ومن اعرض عن ذكري فان له معيشه ضنكا ونحشره يوم القيامه اعمى

Barangsiapa yang berpaling dari peringatanku maka Sungguh aku akan berikan baginya kehidupan yang sempit dan kami bangkit kan dia di hari akhirat dalam keadaan buta

Para orang shaleh yang terdahulu saat mereka mendapatkan musibah , maka takutnya kepada Allah semakin bertambah dan itu mengantarnya lebih dekat kepada Allah.

Manusia sejatinya adalah hamba Allah yang ditugaskan beribadah kepada Allah dengan sebenarnya benarnya, saat kedurhakaan terjadi maka musibah itu akan menerpa semuanya, yang shaleh maupun yg salah , yg bermaksiat maupun yang taat.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan takutlah atas siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (Surat Al-Anfal, Ayat 25)

Disinilah pentingnya kita memahami arti dakwah , amar Ma’ruf nahi mungkar,, tegaknya dakwah , amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar adalah jaring pengaman ilahiah atas adzab dan kemurkaanNya…
Semoga kita semua mendapatkan Ibrahim dan pelajaran

اقول قولي هذا و استغفره انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله وحده الصلاه و السلام على من لا نبي بعده وعلى اله واصحابه ومن سار على نهجه الى يوم الدين اما بعد

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

musibah ini sejatinya adalah musibah kita semua, Saat sebagian saudara kita meregang nyawa, bahkan ribuan mayat terhampar di hadapan kita, sementara sebagian yang lainnya masih berada di tenda-tenda pengungsian, bahkan mungkin masih ada di tempat-tempat yang belum terjangkau dengan bantuan yang berarti.

Inilah saatnya kita mengukir kebaikan dalam keimanan kita, Inilah saatnya kita membuktikan persaudaraan kita, Mari kita hadirkan secercah senyum pada anak-anak kita yang ada di Palu di Lombok dan di berbagai belahan nusantara yang saat ini sedang menangis pilu didera bencana tanah ini.
Bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam,

 

: ” مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الأعضاء بالحمى والسهر ” متفق عليه .

Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” Muttafaq Alaihi

Selain itu kita berharap bahwa apa yang kita berikan dijalan Allah dengan membantu saudara-saudara kita yang menderita itu Semoga menjadi asbab kita terhindar dari musibah dan berbagai Prahara.

Ingatlah kita bahwa negeri ini adalah karunia Allah yang sangat luar biasa kita dimanja dengan berbagai kekayaan alam, namun hendaknya kita mengingat pula bahwa tak ada sejengkal pun negeri ini dan seluruh bumi ini kecuali milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala olehnya itu tak pantaslah kita menginjakkan kaki di atas bumi milik Allah untuk melakukan kemaksiatan apalagi dengan kemusyrikan dan kekufuran.

Akhirnya marilah kita menundukkan jiwa dan raga kita kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seraya bermunajat memohon ampunan nya memohon kasih sayangnya memohon rahmat nya.

Ya Allah Yang Maha pengampun ampunilah kami karena tiada yang dapat memberi ampunan melainkan engkau
Ya Allah, yang maha pengasih engkau maha tahu dosa dan kemaksiatan yang telah kami ukirkan dalam jejak hitam perjalanan hidup kami, tak ada yang dapat menghapuskannya melainkan kasihmu melainkan ampunanmu yang tiada berbatas
Ya Allah Yang Maha Kuasa janganlah kau jadikan dosa segelintir orang di antara kami untuk Kau turunkan azab dan kemurkaan Mu atas kami

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang dapat belajar dari peringatan mu ini
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bersegera menuju ampunan Mu menyambut berkah syariat Mu dan jadikanlah kami orang-orang yang kembali kepadamu dalam ketaatan dalam ketakwaan dalam keimanan

Ya Allah tolonglah kami , Angkatlah musibah ini dari kami dengan kekuasaanMu yang tiada berbatas.

اللهم ادفع عنا الغلاء والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن سائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، اللهم أنت الله لا إله إلا أنت،
اللهم ارحم موتانا و اشف مرضانا و أعد الينا الحياة بالإيمان و التقى العفاف و الغنى
اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا اللهم متعنا باسماعنا وابصارنا وقواتنا ما احييتنا واجعله الوارث منا واجعل ثارنا من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لايخافك فينا ولا يرحمنا
سبحان ربك رب العزه عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: