DPW DKI Jakarta dan Depok

Muslim Uighur Dipersekusi Karena Dianggap Radikal

Muslim Uighur
0 173
Muslim Uighur

(JAKARTA) Wahdahjakarta.comAmnesti Internasional Indonesia, Papang Hidayat mengungkapkan bahwa kekerasan yang dihadapi oleh komunitas muslim di Xinjiang (Uighur) merupakan bagian dari paktek de-radikalisasi yang dilakukan pemerintah China terhadap masyarakat muslim di Uighur.

Dalam Diskusi tersebut, Papang menjelaskan tugas Amnesti Internasional dalam masalah yang dialami muslim di Uighur tersebut. Ia menyebut, kasus kekerasan minoritas ini adalah yang paling parah.

“Dalam hal ini, kami melakukan kampanye terhadap beberapa isu kemanusiaan, seperti pertama persekusi terhadap kemunitas muslim di Palestina oleh Israel, Kedua ada pula persekusi sistematik yang kami sebut praktek apartheid terhadap kelompok muslim minoritas di Myanmar, ketiga Uighur ini termasuk dalam kampanye kami untuk persekusi minoritas yang dianggap paling parah” jelas Papang.

Amnesty Internasional Indonesia, Papang Hidayat

Papang menyebut, sekitar 1 juta orang kelompok minoritas ditahan dalam camp-camp rahasia yang bahkan tidak bisa diakses oleh keluarganya.

“Sekitar 1 juta orang kelompok minoritas, bukan hanya Uighur tapi juga termasuk orang Kazakh, orang Tajikistan, dan penduduk lainnya yang sebagian besar adalah kelompok muslim. Mereka ditahan di camp-camp yang keberadaanya selain rahasia tetapi juga ada beberapa camp yang tidak bisa diakses oleh keluarga mereka.”tutur Papang.

“1 juta orang ini dilabeli sebagai ancaman terhadap kalau kita NKRI, kalau mereka mungkin negara kesatuan Republik China dengan alasan mereka terduga teroris.” ujarnya

Menurut Papang, penahanan tersebut tidak masuk akal dan termasuk dalam pelanggaran HAM Internasional, walaupun status mereka adalah masyarakat minoritas.

“Kalau menurut china yang penduduknya 1,4 milyar dianggap itu tidak seberapa, tapi kalau bagi kita itu masalah.” tegas Papang

Kemudian Papang menambahkan bahwa istilah re-edukasi yang dilakukan oleh China terhadap kelompok muslim Uighur kurang tepat karena adanya tindak kekerasan yang terjadi di camp.

“Dan mereka disebut oleh orang china di re-edukasi, kalau kami bilang mereka itu sebetulnya dicuci otak dan mengalami praktek-praktek menyerupai penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya dalam HAM Internasional. Karena mereka ditahan tanpa kesukarelaan mereka.” lugas Papang. [fry]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: