DPW DKI Jakarta dan Depok

Tema-tema Besar Kajian tentang Palestina dan Kolonialisme Zionis

0 350

Meski sebagai Muslim kita memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap segala isu yang berkaitan dengan Palestina, namun sedikit yang punya gambaran menyeluruh tentangnya. Apalagi kerangka kajian atau peta masalah yang sistematis. Wawasan sebagian besar kita tentang Palestina terbatas pada doktrin-doktrin kunci yang merupakan bagian dari sistem aqidah Islam kita.

Perjuangan rakyat Palestina
Perjuangan rakyat Palestina

Kunjungan Dr. Samir Said, Konsultan Training dari Mimbar Alaqsa International Foundation ke Indonesia beberapa waktu lalu mengungkap hal tersebut. Dalam kesempatan daurah tadrib di Jakarta, Dr. Samir memaparkan bahwa isu-isu terkait Palestina dapat dirangkum pada sejumlah tema besar.

Pertama adalah tentang Palestina itu sendiri. Pembahasan ini mencakup histori sebelum dan sesudah Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam. diutus, lengkap dengan geografi dan geopolitik di sana.

Berikutnya adalah Alquds atau Baitul Maqdis. Inilah kota yang belakangan dipopulerkan namanya sebagai Yerusalem. Bahasan tentang Alquds, menurut Said, akan lebih spesifik karena wilayahnya yang berada di dalam Palestina dan karena adanya kaitan wilayah ini dengan nash-nash dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi.

Tema besar berikutnya adalah Zionisme dengan berbagai praktek kolonilaisme yang dilakukannya. Di hadapan para muballigh dan aktivis dakwah di Jakarta dan sekitarnya itu, konsultan Mimbar Alaqsa ini mengungkap betapa di era modern ini masih ada sebagian manusia mampu melakukan tindakan brutal kepada manusia lainnya. Dari contoh-contoh yang diangkat Said, sebagian tindakan tersebut bahkan di luar dari nalar kemanusiaan. Dan warga Alquds yang terdiri dari kaum Muslim dan Nasrani menjadi korbannya.

Bagaimana masa depan konflik serta kolonialisme Zionis terhadap Palestina? Setidaknya ada tiga perspektif: Yahudi, Nasrani dan Islam. Inilah tema keempat yang tak kalah menarik. Perspektif dari berbagai agama ini mau tidak mau ikut mewarnai situasi dan kondisi di sana.

Daurah sehari tersebut akhirnya ditutup dengan membangkitkan kesadaran tentang peran setiap individu yang anti terhadap kolonialisme. Sebab ternyata setelah lewat setengah abad kita bangsa Indonesia menghirup udara kemerdekaan, masih ada saudara-saudara kita di sana yang belum menikmatinya. (hbg)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: