DPW DKI Jakarta dan Depok

Pembakaran Kalimat Tauhid, IKAMI Riau Tuntut Banser Minta Maaf

Pembakaran Kalimat Tauhid, IKAMI Riau Tuntut Banser Minta Maaf
0 115
Pembakaran Kalimat Tauhid, IKAMI Riau Tuntut Banser Minta Maaf
Pembakaran Kalimat Tauhid, IKAMI Riau Tuntut Banser Minta Maaf

(Jakarta) wahdahajakarta.com—Pembakaran bendera hitam (rayah) bertulisakan kalimat tauhid yang dilakukan oknum Banser, Senin (22/10/2018) menuai reaksi dari berbagai elemen umat Islam. Diantaranya Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Provinsi Riau.

Dalam rilis resmi yang diterima Wahdahjakarta, Selasa (23/10/2018), IKAMI Riau meminta ormas Banser untuk meminta maaf kepada Umat Islam.

IKAMI juga meminta aparat penegak  hukum mengusut kasus pembakaran kalimat tauhid ini.

“Meminta kepada aparat Kepolisian RI untuk dapat mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera tersebut dan aktor dibalik semua itu”, sebagaimana dalam rilis yang ditanda tangani Ketua IKAAMI Suhamansyah dan Sekretaris  Joki Mardison.

Selain itu IKAMI juga mengimbau kepada umat Islam bersikap tenang dalam hal menyikapi persoalan ini dan jangan sampai terpancing dalam hal tindakan provokatif dalam menghadapi PILPRES 2019.

Berikut rilis lengkapnya.

PERNYATAAN SIKAP IKATAN ADVOKAT MUSLIM INDONESIA ( IKAMI ) PROPINSI RIAU TERKAIT PEMBAKARAN BENDERA TAUHID UMAT ISLAM DI GARUT JAWA BARAT YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA BANSER GP ANSHOR:

Bahwa Banser GP Anshor sudah berulang kali melakukan kesalahan yang sangat luar biasa terhadap umat Islam antara lain melakukan pembubaran pengajian, melakukan persekusi terhadap umat Islam,  ulama dan Pembakaran bendera Tauhid Umat Islam maka dengan ini IKATAN ADVOKAT MUSLIM INDONESIA PROPINSI RIAU Menyatakan sikap:

  1. Meminta kepada Pemerintah RI untuk dapat membubarkan Ormas Banser, GP Ansor karena telah melakukan penghinaan terhadap umat Islam dan Ulama.
  2. Perbuatan tersebut patut diduga telah melanggar Pasal 156a KUHP yaitu; “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia”.
  3. Meminta kepada aparat Kepolisian RI untuk dapat mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera tersebut dan aktor dibalik semua itu ;
  4. Meminta ormas Banser untuk meminta maaf kepada Umat Islam;
  5. Meminta ormas Banser untuk dapat koorporatif atas tindakannya yang sudah dilakukan, dalam pertanggung jawabkan secara Hukum ;

5.Diharapkan kepada umat Islam bersikap tenang dalam hal menyikapi persoalan ini dan jangan sampai terpancing dalam hal tindakan provokatif dalam menghadapi PILPRES 2019.

Demikianlah pernyataan sikap ini disampaikan.

Pekanbaru, 23 Oktober 2018

Badan Pengurus Daerah Ikatan Advokat Muslim Indonesia ( IKAMI ) Propinsi Riau.

Suharmansyah.SH.MH  ( Ketua )

Joki Mardison. SH ( Sekretaris )

Berdasarkan video berdurasi 02.04 menit yang viral di berbagai media sosial, belasan anggota Banser membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan lafadz tauhid berwarna putih yang dituding identik dengan bendera HTI, sebuah organisasi yang telah dibubarkan pemerintah. Pembakaran dilakukan sambil menyanyikan mars salah satu ormas Islam. [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: