DPW DKI Jakarta dan Depok

Penjelasan Hadits Puasa [02]: Larangan Berpuasa Pada Hari Syak

Hukum Puasa Pada Hari Syak
0 218
Hukum Puasa Pada Hari Syak

Dari ‘Ammar bin Yasir radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata:

(من صام اليوم الذي يشك فيه فقد عصى أبا القاسم صلى الله عليه وسلم)

“Barangsiapa berpuasa pada hari syak (yang diragukan),maka ia telah bermaksiat (durhaka) kepada Abul Qasim shallallaahu ‘alaihi wasallam.

(Hadits ini disebutkan oleh Imam Bukhari secara mu’allaq,dan dinilai maushul oleh lima Ahli hadits, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Pelajaran Hadits

Abul Qasim adalah  gelar atau panggilan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Al Qasim adalah nama putra beliau dari istri beliau Khadijah radhiyallaahu ‘anha.

Yang dimaksud dengan hari yang diragukan dalam hadits dia atas adalah hari setelah 29 Sya’ban Disebut yaum asy Syak jika belum dapat dipastikan; apakah 1 Ramadhan telah masuk dengan terlihatnya hilal ataukah  Sya’ban dicukupkan 30 hari.

Keharaman berpuasa pada hari syak (meragukan) tersebut, disebabkan menjadi bentuk kedurhakaan kepada Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam. Karena Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa Ramadhan melainkan setelah jelas bahwa 1 Ramadhan telah masuk dengan ru’yatul hilal atau menggenapkan Sya’ban menjadi 30 hari.

Hadits di atas menunjukkan satu kaidah hukum yang menyatakan, Yang berlaku atau kuat tetap berlakunya hukum yang ada menurut keadaanya semula. Implementasi kaidah ini adalah tetapnya bulan sya’ban dan belum masuknya bulan ramadhan.  Selama  kita meyakini masih berlangsungnya bulan sya’ban dan belum adanya tanda-tanda masuknya bulan Ramadhan, artinya selama belum ada kepastian masuknya bulan Ramadhan, maka malam/hari itu masih bulan Sya’ban. Dalam hadits lain ada larangan sehari/dua hari sebelum ramadhan.

Akan tetapi boleh berpuasa pada hari tersebut (30 Sya’ban) dengan sebab dan niat yang jelas, seperti puasa Qadha, puasa Sunnah Senin dan kamis  serta puasa Daud bagi yang terbiasa melakukannya padwa bulan-bulan sebelumnya. [sym]

(Sumber: Taudhiyhul Ahkam Min Bulughil Maram dengan sedikit modifikasi ).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: