DPW DKI Jakarta dan Depok

PENUNTUT ILMU YANG SIA-SIA

0 190

Seperti yang kita tahu, bahwa Allah sudah menyebut kita semua sebagai orang-orang yang merugi, pada surat Al Ashr ayat 2 :

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian”

Tapi apakah kita semua yang merugi? Bukan, orang yang merugi itu kalau dia tidak seperti yang disebutkan Allah dalam ayat ke 3 nya :


إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَق وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Jadi sekarang kita merenung, apakah kita sudah seperti itu dalam hidup ini? Jangan sampai kita hanya sibuk mementingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan saudara kita sesama muslim lain yang belum mendapat hidayah

Memang jahat kalau kita sudah belajar tapi tidak sempat membawa satupun teman kita ke majelis tempat kita menimba ilmu. Bukankah nanti di surga kita masih butuh syafaat dari seorang sahabat? Kenapa kita se yakin itu masuk surga dan tidak mau membantu sahabat kita yang lain, yang mungkin sangat butuh hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah berfirman :
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا, الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا, أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
“Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?”. (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.”
[Al-Kahfi : 103-105]

Allah katakan “orang yang paling merugi itu adalah mereka yang sia-sia perbuatannya di dunia, dan mengira bahwa mereka telah berbuat sebaik baiknya”. Sekarang coba kita sandarkan pada diri kita, apakah kita sudah cukup bermanfaat untuk orang lain? sudah berapa orang yang sudah kita ajak menuju kepada kebaikan hari ini?.

Menjadi tanda tanya besar pula, kenapa kita yang sudah lama belajar ini belum atau bahkan tidak pernah mengajak orang untuk ikut ke majelis ilmu tempat kita belajar. Bukankah itu amal jariyah buat kita kalau sanggup mengajak orang lain menuju hidayah yang dinanti-nantinya dari Allah subhanahu wa ta’ala
Saad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu ketika menafsirkan ayat diatas mengatakan, bahwa orang-orang yang paling merugi perbuatannya adalah orang Yahudi & Nasrani. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ayat ini berlaku untum kaum haruriyah(khawarij).

Dan Ibnu Katsir rahimahullah berkata “Kandungan ayat ini mencakup kaum Yahudi, Nasrani, Khawarij, dan lainnya. Ayat ini masuk dalam kategori ayat Makkiyah sebelum ayat-ayat untuk orang Yahudi dan orang Nasrani diturunkan, serta sebelum kemunculan kaum khawarij. Ayat ini berlaku umun berkenaan dengan setiap orang yang beribadah kepada Allah tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga amalannya tidak diridhai dan diterima.
[Tafsir Ibnu Katsir]

Ayat ini juga bisa kita ambil untuk masa sekarang, kalimat Imam Ibnu Katsir mengenai cakupan ayat ini adalah orang2 yang juga berasal dari golongan lain selain yahudi & nasrani, termasuk muslim.

Disini patut kita renungi, apakah kita sudah cukup banyak mengajak orang lain dalam kebaikan dan mencegahnya dari keburukan. Kenapa harus begitu? Karena kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.

Jadi kewajiban itu bukan cuma buat ustadz atau ustadzah.. Kita juga wajib, dan merupakan pemikiran yang salah kalau kita katakan bahwa itu bukan tanggungjawab kita dan urusan dosa adalah urusannya. Justru nanti Allah yang akan mempertanyakan itu semua, “Sudahkah kamu mendakwahi si fulan/fulanah ini?”. Kalau kita jawab belum, maka siap2 kita juga ikut dengan dia ke neraka, atau negeri kita ditimpakan bencana.

Lantas dimana amalan yang sia-sia disini? Seperti itu tadi, ketika kita sudah belajar dengan sungguh2 di majelis ilmu, bahkan sampai hafal perkataan ulama tersebut, tapi kita tak sanggup mengajak satu orang saja untuk ikut hijrah dengan kita, maka semuanya sia-sia. Karena nanti di akhirat Allah akan tanyakan tentang kewajiban kita tersebut. Disitulah kita termasuk golongan orang-orang yang merugi. Naudzubillah..

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita rasa takut akan ancamanNya. Banyak2 berdoa mudah2an makin banyak orang yang terinspirasi untuk hijrah melalui ajakan kita, memperoleh hidayah, bahkan sampai mampu menolong kita nanti di hari akhirat. Mungkin saja, orang yang tadinya tak tahu menau sama sekali dengan agama, kemudian kita ajak belajar dan ternyata dia menikmati itu sampai derajat taqwanya mungkin bisa lebih tinggi dari kita di sisi Allah kemudian dia masuk surga, ternyata malah kita yg ga sempat masuk surga dan kemudian dia yang nolong kita. Masya Allah, betapa beruntungnya kita hari itu.

Allah berfirman :
“نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ”
“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.”
[Qaf : 45]

Disinilah Allah memberi solusinya, kalau kita mau mengajak orang ke jalan yang baik maka berikan nasehat atau peringatan kepada orang tersebut dengan ayat2 Al Qur’an.

Kalau kita tidak sanggup mengajak pakai tangan atau kekuasaan, minimal kita ajak dengan lisan atau perkataan kita, dan kalau kita masih belum sanggup lagi, minimal kita doakan dia dengan hati, mudah2an dia cepat mendapat hidayah, dan itulah selemah2 iman.

Sumber : KADO UNTUK AKTIVIS MUSLIM, MEREKA MENANTI KITA : FARIQ GASIM ANUZ (BAB 2 : Orang Yang Paling Merugi, HAL 9)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: