DPW DKI Jakarta dan Depok

Permohonan Maaf Sukma, Kyai Cholil Nafis: MUI Belum Keluarkan Keputusan Apapun

0 168
Permohonan Maaf Sukma, Kyai Cholil Nafis: MUI Belum Keluarkan Keputusan Apapun

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Menyikapi polemik permintaan maaf Sukmawati Sukarno Putri dan harapan ketua MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH. Cholil Nafis turut berkomentar. Menurutnya MUI belum mengeluarkan sikap dan keputusan resmi terkait isi puisi Sukma yang diduga melecehkan adzan dan cadar.

“Sebenarnya MUI belum mengeluarkan keputusan apapun berkenaan denga status hukum Islam isi puisi itu dan belum ada sikap keagamaan MUI. Sebab untuk mengeluarkan sebuah keputusan itu MUI memerlukan kajian yang mendalam”, ujar Kyai Cholil kepada wahdahjakarta.com.

“Kiai Ma’ruf selaku ketua Umum MUI menerima permintaan maaf Ibu Sukmawati. Selaku ulama lebih senang menuntun dari pada menuntut.  Saat Ibu Sukma minta dintuntun maka ulama siap menuntun dan berharap menghentikan tuntutan hukum”, jelasnya.

Menurutnya harapan ketua MUI untuk menarik laporan bukan bermaksud menghalangi hak dan keinginan masyarakat untuk menuntut. “Harapan agar tidak menuntut itu ya sekedar harapan tak berarti menghalangi hak dan keinginan masyarakat yang hendak menuntutnya”, ungkapnya.

“Sebenarnya lebih kepada pembagian kerja saja dimana ulama itu tugasnya menuntun keislaman bukan menuntut hukum, sedangkan ahli hukum dan pengacara yang tepat memprosesnya secara hukum”, imbuhnya.

Oleh karena itu mantan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) ini mengimbau agar para aktivis Muslim tetap menjaga akhlaq terhadap ulama.

“MUI adalah organisasi para ulama dari berbagai ormas dan kelembagaan Islam. Ketua umum MUI adalah simbol keulamaan di Indonesia. Karena itu menghormati dan menaatinya adalah akhlak yang seharusnya dilakukan oleh setiap aktivis muslim”, harapnya.

“Bukan hanya taat saat keputusan ulama sesuai dengan selera dan kepentingannya saja tapi juga saat kepada pendapat ulama itu meskipun dirasa kurang sesuai dan tak pas  dengan pendapat pribadi atau kepentingan kelompoknya”, tandasnya. [sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: