DPW DKI Jakarta dan Depok

PPMS Ulil Albab UIKA Bogor Gelar Ta’aruf Mahasantri Baru PKU DDII

KH. Ahmad Alim dan Ustadz Adian Husaini
0 29

 

Pondok Pesantren Mahasiswa  dan Sarjana (PPMS) Ulil Albab menyelenggarakan acara ta’aruf Mahasiswa Program Kaderisasi Ulama (PKU) S3 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  beserta jajaran pengurus PPMS  Ulil Albab, pada  Ahad (3/10/2021) di Aula PPMS Ulil Albab, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

 

Dalam kesempatan tersebut turut hadir  Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin (Pimpinan Pondok dan Direktur Pascasarjana UIKA Bogor), Ustad H. Adian Husaini, Ph.D (Ketua DDII dan Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor),  Dr. Budi Handrianto (Sekeretaris Prodi Doktor Pendidikan Islam UIKA) Dr. K.H  Ahmad Alim, Dr. Buya Ibdal Syah, Dr. Qori’ dan Cand. Dr. Hambari.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan saling kenal mengenal antara peserta PKU S3 Dewan Dakwah  dan pengurus PPMS Ulil Albab  beserta santri mahasiswa S1 dan S2 Universitas Ibn Khaldun Bogor.

 

Pelaksanaan ta’aruf diawali dan dibuka oleh Dr. KH. Ahmad Alim, Lc., MA  selaku mudir pondok. Kemudian dilanjutkan kata sambutan Kyai  Didin Hafidhuddin selaku Pimpinan pondok dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor.

Dalam sambutannya Kyai Didin menyampaikan latar belakang berdirinya pondok pesantren Ulil Albab yang diresmikan langsung oleh M. Natsir  pada tanggal 5 Juli 1987.

 

Atas usulan dan saran dari KH. Shaleh Iskandar ketika menjawab pertanyaan M. Natsir di saat  acara dialaog di Darul Falah Bogor yang dihadiri oleh M. Natsir, KH. Shaleh Iskandar, Kyai Didin Hafiduddin dan Ust. Kamaluddin Iskandar Ishaq yang kini sebagai dosen STID Mohammad Natsir.

 

Natsir, meminta apa yang bisa dilakukan di saat kondisi aktivitas keagamaan, simbol-simbol agama dilarang pada waktu itu, maka KH. Shaleh Iskandar mengutarakan ide pembentukan pesantren di kampus, kemudian M. Natsir langsung menyetujui.

 

Dengan terbentuknya pesantren Ulil Albab, KH. Shaleh Iskandar sangat bahagia dan bangga karena pesantren ini berbeda dengan pesantren-pesantren pada umumnya.

 

Dikarenakan dakwah tetap harus berjalan dan seorang da’i tidak boleh berputus asa dalam kegiatan dakwahnya, maka pada masa itulah  mahasiswa membentuk sebuah program back to masjid, kembali ke masjid, mahasiswa membuat kegiatan-kegaitan keagamaan.

 

Pada saat itulah M. Natsir mengatakan ada tiga pilar kekuatan umat yaitu pesantren, masjid dan  kampus.

 

Pada acara ta’aruf ini pak kiai  mengharapkan ini menjadi pesantren kader, dengan  menggunakan waktu sebaik-baiknya serta para kader tidak boleh prustasi dalam menghadapi tantangan dan ujian yang ada dan para peserta harus menyiapkan mental, serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

 

Lap: Madeni

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: