DPW DKI Jakarta dan Depok

Prabowo: Ulama Harus Dihormati Serta Bebas dari Persekusi dan Kriminalisasi

Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang" Prabowo Subianto, Senin (14/01/2019)
0 172
Prabowo Ulama Harus Dihormati Serta Bebas dari Persekusi dan Kriminalisasi
Pidato Kebangsaan “Indonesia Menang” calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto, Senin (14/01/2019)

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Calon Presiden Republik Indonesoa 2019 Prabowo Subianto, menegaskan bahwa ulama harus dihormati dan bebas dari persekusi serta kriminalisasi.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kebangsaan “Indonesia Menang” di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Senin (14/09/2019) malam.

“Kami akan pastikan bahwa semua pemuka agama dari semua agama terutama ulama-ulama kita dihormati dan bebas dari ancaman persekusi dan kriminalisasi. Ini menjadi sangat penting karena dalam bangsa Indonesia dalam sejarah kita, peran ulama sangat-sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan kita,” tegasnya yang lantas disambut pekikan takbir “Allahu Akbar” oleh sebagian hadirin.

Mantan Danjen Kopasus ini menjelaskan, memang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan di Jakarta. Tapi saya sampaikan di sini, kemerdekaan kita diuji di Jawa Timur, yang puncaknya adalah ditolaknya ultimatum asing oleh rakyat Jawa Timur.

“Tapi, tapi, kemerdekaan kita diuji, diuji, ditantang di Jawa Timur, yang puncaknya adalah ditolaknya ultimatum asing oleh rakyat Jawa Tmur dan rakyat Indonesia yang ada di Surabaya. Pertempuran Surabaya Oktober November 1945 didukung oleh Resolusi Jihad para ulama-ulama besar,” jelasnya.

Prabowo jga menegaskan, Islam adalah Rahamatan Lil Alamin sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bagi minoritas.

“Dan saya katakan kepada kalian, (bahwa) Pak SBY, saya, kami prajurit TNI dulu waktu muda, kami diangkat sumpah untuk membela Pancasila dan UUD 45.

“Tidak mungkin Pak SBY, tidak mungkin Djoko Santoso, tidak mungkin saya akan mau untuk mengancam atau tidak melindungi minoritas -minoritas lain,” tambahnya.

Ia mengatakan, “Islam di Indonesia adalah rahmatan lil alamin, melindungi semuanya, saudara-saudara sekalian. Jadi janganlah coba-coba stigmatisasi satu kaum atau satu kelompok, saudara-saudara.”

Ia pun meluruskan persepsi keliru sebagian kalangan tentang pekikan takbir, Allahu Akbar. Menurutnya takbir tidak perlu dianggap sebagai ancaman, karena ia merupakan syi’ar memuliakan Tuhan.

“Kalau dengar takbir, kalau dengar ‘Allahu Akbar’, jangan ada yang persoalkan. itu bukan mengancam siapa-siapa,” lagi-lagi terdengar pekikan takbir dari arah hadirin.

“(Takbir) itu memuliakan Tuhan yang kita cintai, Tuhan Maha Besar,” pungkas Prabowo.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: