DPW DKI Jakarta dan Depok

Pulanglah Nak, Tengoklah Ibu Bapakmu

Pulanglah Nak
0 296
Pulanglah Nak

 

Rumah memang zona ternyaman yang pernah ada. Bersama orang yang sangat kita sayangi dan kita cintai. Tapi, apakah kamu tetap selamanya berada di zona nyaman tersebut? Tentu tidak. Adakalanya kamu akan pergi. Menyusuri jejak langkah bumi

 

Terkadang, kita harus merelakan sebagian dari kebahagiaan yang kita miliki, kebersamaan yang selalu menghangatkan suasana hati. Dan pada akhirnya, kita harus meninggalkan orang-orang yang kita sayangi

 

Banyak diantara kita yang harus merantau demi mengejar sebuah cita-cita, menimba ilmu di kampus yang jauh, atau bahkan merantau untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga dan harus bertahan hidup di negara lain. Sungguh perjuangan, bukan?

 

Jarak yang jauh. Melukis rindu yang menggemuruh. Apa kabar anak rantau? Bagaimana keadaan hatimu? Tidakkah kau rindu pada kedua orangtuamu?

 

Bayangkan kawan

Wajah tirus ibundamu mengalirkan air mata diantara dua belah pipinya

Sebab kerinduan pada anak semata wayangnya

 

Tidakkah kau berpikir. Betapa tersiksanya keduanya sebab kerinduan kepadamu? Kawan, janganlah kau siksa mereka dengan ketidakberadaanmu disisinya. Minimal ada kabar, sedetik, hingga sejaman

Pulanglah nak, tengoklah ibu bapakmu. Karena mereka adalah sebab engkau ada hingga sekarang. Uang yang kau kejar lebih murah dan hina bila dibandingkan bagaimana keduanya telah berjuang membesarkanmu

Saat gema takbir berkumandang dilorong langit. Lafalkan kata bakti untuk keduanya. Cium kening dan mulut harum mereka. Doakan surga agar selalu membersamai keduanya

 

Ayah

Bunda

Ana uhubbukum fillah

 

 

Artikel: Fan Page Apotek Wahdah 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: