DPW DKI Jakarta dan Depok

Relawan Wahdah Peduli Terjebak Longsor, Ini Kronologisnya

Kondisi Jalan menuju Lindu beberapa hari sebelumnya
0 164
Antar bantuan ke Lindu Sigi, Relawan Wahdah Terjebak Longsor
Kondisi jalan menuju Lindu Kab. Sigi saat relawan Lazis Wahdah mengantar bantuan beberaa hari lalu.

(Sigi) wahdahjakarta.com- Tujuh personil  Relawan Wahdah Peduli dikabarkan terjebak longsor di sekitar danau Lindu, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/10/2018) petang.

“Iya, ada  7 orang yang terjebak,” ujar Wakil Koordinator Umum Relawan Wahdah Islamiyah, ustadz Abdurrahim saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, Ahad (21/10).

Menurut ustadz Abdurrahim, ketujuh relawan awalnya hendak mengantarkan bantuan dan melakukan trauma healing kepada warga terdampak gempa di kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.  Mereka berpencar menjadi dua kelompok kecil.

“Ada 3 orang  yang duluan naik  dan 4 orang masih di bawah bersama dengan kendaraan, longsor terjadi di dua tempat sehingga yang di bawa tidak bisa naik dan pulang,” imbuhnya.

Berikut kronologis terjebaknya relawan yang dijuluki Pasukan Hijau ini, sebagaimana dikutip dari Fan Page Lazis Wahdah, Senin (22/10/2018).

Pada hari Sabtu (20/10/2018) siang sekira pukul 14.00 para relawan Wahdah Peduli bertolak dari posko induk di Tinggede membawa sejumlah bantuan logistik menuju Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Setelah sampai di desa Sudonta para relawan dijemput oleh masyarakat Lindu dengan sepeda motor. Sekitar sepuluh motor yang akan membawa  7 personil relawan LAZIS Wahdah  dan ada pula relawan dari lembaga lain sekitar 10 orang.

Menjelang magrib relawan  bertolak ke Kec. Lindu dengan menggunakan motor setelah sebelumnya di jalan ada satu unit motor yang mogok, sehingga yang lain mesti menunggu. Namun ada dua motor yang di gunakan relawan Wahdah Peduli tetap melanjutkan perjalanan. Setelah motor diperbaiki mereka kembali melanjutkan perjalanan dalam keadaan diguyur hujan deras.

Dalam perjalanan relawan terjebak dengan longsor. Akhirnya  berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Setelah berembuk diputuskan kembali ke bawah bersama relawan dari lembaga lain. Keadaan 3 relawan yang melanjutkan perjalanan pun tidak diketahui karena tidak ada signal dan hujan lebat.

Kondisi Jalan menuju Lindu beberapa hari sebelumnya

Namun dalam perjalanan pulang terjebak oleh 3 tempat longsor yang sangat menyulitkan mberjalan .

Alhamdulillah relawan sampai di desa Sidonta dengan selamat. Mereka mendapatkan pelayanan masyarakat mulai dari pakaian, baju dan sarung. Pada hari Ahad (21/10/2018)  pai relawan tidak bisa kemana-mana, karena akses jalan pulang ke Palu juga terdampak longsor. Longsor menimbun jalanan sepanjang 5 kilometer. Tanah yang menutup jalan ini hanya dapat dibersihkan  dengan. Akhirnya  relawan kembali berembuk dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kec. Lindu karena mendapatkan kabar selalu ada helikopter yang mengantar logistik.

Para relawan dibonceng oleh masyarakat dengan sepeda motor.  Setiap  menemui tanah longsoran yang sulit dilalui motor mereka terlebih dahulu membuka akses jalan denga menggunakan cangkul. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Begitu  seterusnya hingga akhirnya mereka sampai di Kec. Lindu. Relawan berkumpul di rumah keluarga salah seorang kader Wahdah Islamiyah yang memberikan informasi dan petunjuk ke Kec. Lindu.

Tim Wahdah Peduli melalui Ustadz Muhammad Ikhwan berkordinasi dan meminta bantuan beberapa pihak. Alhamdulillah pagi ini (22/10/2018) setelah berkomunikasi dengan Mayor Lubis Uma maka relawan Wahdah Islamiyah di Lindu akan dijemput dengan helicopter Puma milik TNI.

Sumber:  Fan Page Lazis Wahdah

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: