DPW DKI Jakarta dan Depok

Santri Ini Tidak Betah di Pesantren, Orangtuanya Temukan Fakta Ini

Asrama Pesantren
0 48

Setiap manusia memiliki kecerdasan berbeda. Dengan demikian kemampuan belajar setiap orang berbeda pula. Lingkungan yang tepat akan melejitkan kecerdasan itu. Karena  masing-masing memiliki potensi dan peluang untu  bisa sukses.

 

Sebutlah ananda Muhammad Faishal Amir (14 tahun). Siswa kelas  VIII  SMP Al-Quran Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor ini awalnya tidak betah di pondok pesantren.  Namun kini, anak kedua dari tiga bersaudara ini mulai senang dengan suasana pondok yang sudah dijalaninya dua tahun.

 

Kondisi menggembirakan ini diakui oleh orangtua ananda. “Masyaa Allah, Alhamdulillah ananda Faisal sekarangg sudah betah  dan sudah bisa menyesuaikan  dengan keadaan di pondok yang tadinya ingin pulang  terus”, ujarnya melalui WAG Pondok dan sekolah, Selasa (28/9/2021).

“Terima kasih banyak untu semua ustadz dan para staf lain yang sdh bisa membimbing dan mengarahkan anak kami dengan baik, semoga Allah S.W.T membalas smua ini dengan sebaik-baik balasan  aamiin”, lanjutnya penuh harap.

Walaupun perkembangan Faisal dari sisi akademik terbilang lambat, tapi peningkatan dari sisi akhlaq cukup menggembirakan. Karena menurut orangtua ananda, perubahan akhlaq lebih utama.

 

“Ananda Faisal sekarang menurut kami oarang tuanya sudah lebih baik akhlaknya,  Alhamdulilah perubahannya, walaupun di sisi  akademisnya masih perlu bimbingan  semoga bisa merubah semuanya buat  ananda Faisal. Tapi  yang lebih utama perubahan akhlaknya sudah berubah kami rasakan berkat dari didikan mondok di WI”, jelasnya lagi.

 

Faisal yang bercita-cita jadi arsitek ini juga dikenal mulai dekat  secara personal dengan setiap orang yang berada di lingkunga Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor. Ia dianggap  memiliki keunikan dan karakter yang berbeda dengan santri lainnya.

 

Lindu Sunarto, salahsatu pengajar di SMP Al-Qur’an Wahdah Islamiyah  menilai, selama berinteraksi ia menemukan kelebihan khusus yang dimiliki Faisal. Menurutnya ia  termasuk individu yang berkembang pesat secara kemandirian. Ia teringat  sepanjang tahun awal masuk pondok  tiada hari tanpa tangis dan bermuka sedih.

 

 

Saat ini wajah Faisal selalu ceria dan rajin shalat  berjama’ah, bahkan terbiasa berada di shaff terdepa. “Keunggulan lain bagi anak ini, dia akrab dengan semua guru dan karyawan. semua orang tahu siapa Faisal dan Faisal pun demikian”, tegas guru bahasa Indonesia ini. []

 

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: