DPW DKI Jakarta dan Depok

Semangat dan Kelucuan Peserta Training Amil, Setelah Ditantang Mencari Penghimpunan 10 Jt/Bulan

Semangat dan Kelucuan Peserta Training Amil
0 242

Bandung – Diantara bentuk lain pelatihan Dai (03/04/2020) di Bandung untuk wilayah Jaranten (Jakarta, Jawa Barat, Banten) adalah Training Amil yakni pelatihan bagaimana menjadi amil sukses. Ada 18 orang yang mengikuti pelatihan ini, dimana para dai yang berasal dari berbagai daerah ini dipersiapkan setidaknya 1 sampai 2 tahun untuk hadir di lokasi dakwah.

Dalam pelatihannya, mengutip surat At Taubah ayat 60, trainer pelatihan Yudi Wahyudi yang juga Ketua LAZNAS WIZ Jakarta menyampaikan bahwa pelatihan ini begitu penting karena profesi Amil merupakan profesi yang mulia, profesi yang akan ada selagi ada Alquran, selama masih ada jurang pemisah antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin. Para peserta didorong untuk melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat yang mampu (calon donatur) dengan 3 langkah utama yaitu :

  1. Bagaimana caranya calon donatur mengenal amil, lembaga dan programnya lebih dekat.
  2. Selanjutnya bagaimana agar calon donatur lebih percaya kepada amil, program dan lembaganya.
  3. Mendorong agar calon donatur untuk berdonasi dan atau membantu orang-orang di sekitar mereka untuk sama-sama berdonasi

“Tiga langkah tersebut semuanya ada levelisasinya yang harus terus dipelajari”, tutur Yudi yang juga perintis dakwah di Pangandaran Jabar.

Acara yang diadakan di Kompleks Pesantren Nur Madinah, Padasuka, Bandung Jabar ini berlangsung dari pagi sampai dengan sore.

“Setelah 3 bulan pertama di masyarakat mereka diharapkan bisa mandiri tidak tergantung dengan lembaga, bahkan para peserta ditantang agar mendapatkan penghimpunan 10 Jt / bulan”, lanjut Yudi.

Peserta Training Amil mengikuti acara dengan antusias, karena itu banyak pertanyaan dan peryataan dari mereka. Mereka mengharapkan agar mereka terus dibimbing untuk menjalankan program lembaga amil.

Para dai menyambut baik tantangan penghimpunan 10Jt/bulan ini, dan banyak yang ingin magang serta belajar di LAZNAS WIZ, meskipun dengan respon yang berbeda – beda.

“Saya sangat kaget, dada serasa sesak dan pusing ketika kami diberitahu awal tadi agar setelah 3 bulan harus mandiri dan menghasilkan 10 Juta/bulan”, kata salah seorang peserta yang berasal dari luar jawa sambil tertawa.

“Tetapi sekaligus membuat kami berpikir dan termotivasi untuk lebih kreatif”, lanjutnya.

“Kami punya usul bagaimana kalau yang punya skill mencukur bisa melakukan baksos sehingga dari hasil mencukur yang kita buat, dapat membantu program laznas WIZ”, timpal peserta yang lain.

“Mudah – mudahan LAZNAS WIZ dapat memberikan modal bagi kami agar menjadi pelaku usaha, sehingga nanti jika untung dananya akan kami tambah infak ke lembaga”, sambut peserta lainnya.

Diantara para peserta juga mengharapkan agar laznas WIZ yang berpusat di Sulawesi ini agar terus meningkatkan layanan online lebih masif. (yd).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: