DPW DKI Jakarta dan Depok

Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadar #2#

0 240

Sepuluh hari terakhir Ramadhan ibarat pasar raya yang menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda. Di sini orang-orang shaleh berloma dalam kebaikan. Para ahli ibadah bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah dengan beragam jenis ketaatan.

Mereka berusaha mengakhiri Ramadhan dengan amalan terbaik.  Karena “amalan itu tergantung penutupnya”. (HR. bukhari dan Muslim).  Ibarat kuda pacu jika telah mendekati garis finish makin meningkat kecepatannya. Mereka benar-benar mengagungkan sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Abu Utsman An-Nahdi rahimahullah berkata, “Mereka (orang-orang shaleh terdahulu) mengagungkan sepuluh hari terakhir Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”. (Lathaif Ma’arif, 35).

Keutamaan sepuluh hari terakhir Ramadhan mencakup waktu siang dan malam hari. Tapi malam-malamnya lebih utama, karena terdapat malam Lailatul Qadar.

Salah satu amalan pamungkas di sepuluh terakhir Ramadhan ini adalah I’tikaf. Berdiam di masjid dalam rangka ibadah kepada Allah. Di dalam I’tikaf terkumpul beragam ibadah sekaligus, seperti shalat lima waktu berjama’ah tepat waktu, menanti waktu shalat fardhu di masjid, tilawah al-Qur’an, do’a dan dzikir, qiyamul Lail, dan ibadah lainnya.

I’tikaf di sepuluh terakhir Ramadhan merupakan wujud peningkatan mujahadah (kesungguhan) dalam melakukan amal shaleh. Dengan I’tikaf seseorang memiliki peluang lebih besar mendapakan malam Lailatul qadar. Insya Allah. []

Bersambung insyaAllah.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: