DPW DKI Jakarta dan Depok

Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadar #3#

0 206

Seorang Muslim hendaknya meningkatkan kesungguhan beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sebab sepuluh malam terakhir merupakan saat-saat paling utama dari keseluruhan hari-hari Ramadhan. Karena di sepuluh terakahir Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Meningkatkan kesungguhan dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir ramadhan merupakan salah satu sunnah dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana dikabarkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau  mengatakan,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يجتهد في العشر الأواخر ما لا يجتهد في غيره  رواه مسلم

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (melakukan ibadah) pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak sama pada malam-malam lainnya”. (HR. Muslim).

Salah satu ibadah yang patut menjadi perhatian dan peningkatan pada sepuluh malam terakhir ramadhan adalah tilawah Al-Qur’an. Peningkatan kesungguhan dalam interaksi dengan Al-Qur’an pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dapat dialakukan dengan menambah jumlah khatam. Sebagian salaf mengkhatamkan al-Qur’an setiap tujuh atau tiga hari. Jika memasuki sepuluh hari terakhir mereka mengkhatamkan setiap hari.

Ini dapat dilakukan dengan mudah jika seseorang mengisi sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan I’tikaf sepuluh hari penuh. Karena saat I’tikaf seseorang fokus dan berkosentrasi melakukan ibadah. Khusus pada malam hari, selain shalat malam amalan yang ditekankan adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an.

Malaikat Jibril ‘alaihissalam datang kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pada malam-malam Ramadhan lalu mudarasah Al Qur’an bersama beliau.

Renungkanlah hubungan yang erat antara waktu malam dengan Al Qur’an dalam ayat yang banyak, dan hal itu lebih tegas pada bulan Ramadhan; Bacalah firman Allah;

Hubungan antara malam dan Al Qur’an sangat erat sekali, karena pada malam hari suasana tenang, tentram, dan jiwa dalam keadaan teduh. -sym-[]

Bersambung insya Allah

Sumber: 38 Faidah fil ‘Asril Awakhir Wa Lailatil Qadr

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: