DPW DKI Jakarta dan Depok

Sepuluh Kaidah Penting dalam Mendidik Anak (Faidah dari Bedah Buku “Positive Parenting”)

Bedah Buku Positive Parenting, bersama narasumber Mohammad Fauzil Adhim (Penulis buku) yang diselenggarakan Wahdah Islamiyah Jawa Barat, Bandung, Ahad (27/01/2019)
0 162
Bedah Buku Positive Parenting, bersama narasumber Mohammad Fauzil Adhim (Penulis buku) yang diselenggarakan Wahdah Islamiyah Jawa Barat, Bandung, Ahad (27/01/2019)

Faidah dari Bedah Buku “Positive Parenting

Pada hari Ahad (27/01/2019) Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Isamiyah Jawa Barat (DPW WI Jabar) dan Rumah Tahfidz Nur Madinah menggelar bedah buku “Positive Parenting”. Panitia menghadirkan narasumber Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, pakar parenting yang juga penulis buku Positiv Parenting. Dari catatan panita yang disampaikan kepada wahdahjakarta.com, ada sepuluh faidah penting dari acara ini.

Pertama, Satu didiklah anak untuk mengagungkan Allah subhanahu wa taala dalam kehidupannya. Kenalkan  kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kedua, Lingkungan yang kondusif tidak cukup untuk mendidik anak. Perlu  juga dorongan yang bersifat supportiv agar anak terus berkembang.

Ketiga, Tidak perlu kita menyesali apa yang salah yang telah kita lakukan, apalagi sampai kita berandai-andai. Pikirkan  bagaimana kedepan lebih baik.

Keempat, Perintah saja tidak cukup. Ajarkanlah  ilmu kepada anak-anak. Saat  memiliki ilmu anak lebih ringan untuk melakukan hal-hal yang penting dalam hidup mereka.

Kelima, Saat memberikan perintah sebutlah anak dengan panggilan yang baik agar kita berlanjut memberikan perintah dengan kelembutan. Pastikan  isi perintah benar-benar lembut. Ada  orang tua yang berucap lembut tapi sadis kontennya.

Keenam, Berkomunikasilah dengan keyakinan. Kalimat  inspirational jangan disampaikan seperti perkuliahan yang bersifat naratif.

Ketujuh, Bangunlah budaya membaca kepada anak-anak. Pilihlah buku-buku yang tepat Pdan dampingilah anak-anak saat membaca.

Kedelapan, Penuhi rasa ingin tahu anak. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sulit dari anak. Jangan meng “under estimate mereka”.  Tanya  anak, kenapa mereka menanyakan hal yang mereka ingin ketahui. Jangan  sok tahu saat ditanya hanya akan membingungkan anak.

Kesembilan, Mengapa kita sulit menahan emosi saat menghadapi perilaku bermasalah pada anak. Sesungguhnya  menghadapi anak itu harus sabar. Arahan  memang harus selalu harus sering diulang-ulang. Jangan pernah berharap dengan satu kali arahan anak langsung mengerti. Lihatlah/ dengarlah adzan dalam Islam. Mengapa diulang sampai 5 kali dan berlaku sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bukankah sudah banyak yang tahu kewajiban salat lima waktu.

Kesepuluh, Jangan lalai berdakwah kepada anak-anak. Anak-anak yang tidak memahami iman dan arah hidup yang jelas akan menjadi galau di masa remajanya. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: