DPW DKI Jakarta dan Depok

Si Bung Besar Pengamal Poligami

0 111

Si Bung Besar Pengamal Poligami (Oleh: Jemmy Ibnu Suardi)

Politik anti Agama yang digawangi partai tertentu, membuat panas situasi dunia perpolitikan nasional. Diawali terang-terangan menolak Perda berbasis Agama,  dan kini masuk lebih spesifik, menolak amalan poligami.

Narasi yang dibangun, seolah basis politik agama intoleran, radikal, tidak menghargai ko-eksistensi, dan jahat terhadap wanita. Sedangkan politik berbasis anti agama yang diusungnya adalah humanis,  ramah,  damai dan baik bagi wanita.

Praktik poligami sebenarnya bukan hal yang baru, di setiap agama dan kebudayaan sudah lumrah dan biasa. Apakah tradisi poligami hanya ada dalam Islam?  Jawabannya tidak,  setiap agama dan kebudayaan memiliki sejarah dan amalan masing-masing tentang poligami.

Tradisi Hindu misalnya,  Dewa Krisna dalam sejarahnya memiliki ribuan istri, tradisi raja-raja Hindustan,  China, Persia dan Nusantara juga tak sedikit yang punya istri lebih dari empat dan memiliki selir lebih dari seratus bahkan ribuan.

Di Barat sendiri,  Raja-raja Eropa sudah biasa memiliki puluhan istri dan selingkuhan. Dalam Bibel, walaupun dibantah oleh Al-Qur’an, bahkan dikatakan King Solomon memiliki 7000 istri,  ditambah selir-selirnya. King David juga memiliki istri yang banyak, bahkan merebut istri orang bernama Batseba.

Barat memang traumatis dengan institusi rumah tangga, hal ini disebabkan perlakuan terhadap wanita yang merendahkan, akhirnya melahirkan gerakan Feminisme . Misalnya sejarah Gereja di Barat banyak menjadikan wanita sebagai target inquisisi, disamping itu wanita hanya dijadikan alat komoditas pemuas nafsu lelaki. Feminis radikal bahkan sangat membenci laki-laki, lesbian lebih di akomodir daripada menikah, berumah tangga dan berpotensi ditindas  lelaki.

Soekarno, bapak bangsa Indonesia pun adalah pengamal praktik poligami. Sebagai seorang Soekarnois, sudah semestinya banyak belajar dan mengambil khazanah keilmuan dari Bung Karno, tidak hanya cakap dalam berpidato dan menjadi pemimpin tertinggi revolusi,  Bung Karno jauh dari kata orang yang sebatas teoritis,  beliau adalah seorang praktisi yang ekspert diberbagai bidang. Salah satunya soalan teori Poligami.

Meskipun pandangan awal Bung Karno sempat risih dengan poligami, dan berpolemik dengan Buya Hamka tentang soalan ini,  akhirnya beliau justru mengamalkan poligami.

Bung Karno, The Founding Father of Republic punya banyak istri, tidak hanya dalam negeri,  Bung Karno juga punya istri orang luar negeri,  salah satunya gadis Jepang yang di nikahi, Ratna Sari Devi dikenal Dewi Soekarno. Seandainya Bung Karno tau, ada segelintir politisi newcomer mengusung politik anti poligami, tentu Si Bung Besar akan berang,  “Sontoloyo”, mungkin ini yang akan terucap dari mulut Bung Karno. (Jemmy Ibnu Suardi (Direktur Center for Islamic Studies in the Archipelago (CISA) Darussalam).

Serang, 17 Desember 2018.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: