DPW DKI Jakarta dan Depok

Si Kecil yang Payah

0 176

Sikecil yang Payah

 

Sungguh, kitalah si kecil yang payah itu. Si kecil yang payaht api selalu melawan Sang Mahabesar.Si kecil yang payah tapi merasa lebih tahu tentang hidupnya, . .

 

SI KECIL YANG PAYAH…

Oleh: Ustadz. Muhammad Ihsan Zainuddin

Lihatlah si kecil dalam gambar itu!

Si kecil bernama manusia.

Konon,

itulah ia saat berusia 6 minggu

dalam kelam janin ibunya.

Betapa lemahnya ia.

Betapa tiada dayanya ia.

Dan di sepanjang hidupnya,

akan selalu begitu:

selalu lemah, selalu tanpa daya.

***

Tapi lihatlah si kecil yang payah itu:

saat ia mulai besar.

Saat di tangannya,

ada sedikit kuasa.

Ketika di genggamnya,

ada secuil harta.

Saat di dirinya,

ada sedikit kepintaran.

Saat di tangannya,

ada setetes kekuatan…

Saat ia mendapatkan semua yang sedikit itu,

ia lupa bahwa dialah si kecil yang payah itu!

Meski ia didaulat jadi penguasa dunia,

ia tetap saja kecil dan payah!

Meski ia didaulat sebagai paling bijak-bestari,

ia tetap saja kecil dan payah!

Meski ia didaulat sebagai hartawan termulia,

ia tetap saja kecil dan payah!

Tentu saja kecil dan payah:

Siapalah kita ini dibanding Dia,

Sang Mahabesar dan sepenuh kuasa pada segalanya.

Maka…

agar kita –si kecil yang payah ini-

selalu terendam dalam rasa kecil

dan payah sepenuh diri…

Allah hembuskan hujan-hujan kecil

bernama musibah dan bencana:

agar runtuh semua rasa hebat,

agar luruh semua rasa digdaya.

Agar kita –si kecil yang payah ini-

tertunduk tanpa daya, dan bergumam:

“Duhai Rabbi…

aku sungguh faqir pada-Mu.

Duhai Rabbi…

aku tiada daya, tiada kuasa,

tanpaMu…”

***

Hingga di ujung gumam itu,

hati kita penuh sakinah berikrar:

“Inna lillahi wa inna ilahi raaji’uun”,

Sungguh kami milik Allah,

dan sungguh pasti kami

hanya akan kembali pada-Nya…

Sungguh,

kitalah si kecil yang payah itu.

Si kecil yang payah

tapi selalu melawan Sang Mahabesar.

Si kecil yang payah

tapi merasa lebih tahu tentang hidupnya,

hingga lupa jika hidupnya hanya bahagia

saat berpijak langkah di jalan Syariat-Nya!

Sungguh,

yang paling bahagia di penjara dunia ini:

adalah dia yang selalu merasa kecil,

dan selalu merasa lemah

di hadapanNya:

Allah nan Mahabesar.

(Teriring doa penuh harap rahmat untuk para korban LION AIR JT-610 yang menutup hayatnya dalam kalimat “La ilaha illaLlah”…

Terima mereka sebagai syuhada, ya Rabbi…)

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

NB:

Sudah gabung di Telegram:

t.me/ihsanzainuddin ?

Sudah donlot e-book “Bahasa Arab itu Gampang” di:

http://ihsanzainuddin.com

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: