DPW DKI Jakarta dan Depok

Sifat dan Ciri Orang Munafik Menurut Al-Qur’an (1)

0 278

Munafik adalah menampakkan keimanan, keislaman dan kebaikan serta keshalehan, tetapi menyembunyikan kekufuran, keburukan, dan kejahatan.

Hendaklah setiap Muslim mewaspadai dari sifat-sifat munafik.  Jangan sampai sifat-sifat ini menghinggapi diri kita tanpa sadar.

Al-Qur’an  telah menginformasikan kepada kita mengenai sifat dan ciri orang munafiq sehingga kita akan dapat mengetahuinya dan menghindarinya.

[1]. Menipu Allah dan Orang Beriman dengan Cara Mengaku Beriman

Sifat dan ciri orang munafik yang pertama disebut dalam Al-Qur’an adalah mengaku-ngaku beriman, padahal sebenarnya tidak beriman. Klaim dan pengakuan tersebut mereka lakukan untuk menipu Allah dan mengelabui orang-orang beriman. Namun sesungguhnya tipuan itu kembali kepada diri mereka sendiri. Sejatinya mereka sedang menipu diri mereka sendiri.

Allah Ta’ala membuka kedok mereka melalui firmanNya;

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ [٢:٨]  يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ [٢:٩]  فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ [٢:١٠]

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.  (Qs. Al-Baqarah:8-10).

Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Allah memperingatkan untuk mewaspadai sifat-sifat orang munafik agar orang-orang beriman tidak tertipu dengan penampakan lahiriah mereka”. (Tafsir Al-Qur’an al-‘Adziem, 1/ 80).

Mereka mengatakan ini “kami beriman kepada Allah dan hari kemudian” tanpa disertai keyakinan dalam hati sama sekali. Perkataan mereka tersebut sama persis dengan perkataan mereka yang diabadikan oleh Allah dalam surat Al-Munafiqun;

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ [٦٣:١

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

“padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman, karena keimanan yang hakiki adalah kesesuaian antara ucapan, keyakinan hati, dan perbuatan anggota badan. [sym].

Bersambung insya Allah

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: