DPW DKI Jakarta dan Depok

Solusi LGBT  (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Indonesia

0 513

solisi lgbt

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) adalah penyakit. Penyakit masyarakat yang bermula dari penyakit psikoseksual. Bukan pula kodrat dan hak asasi manusia. Oleh karena LGBT merupakan penyakit maka dengan izin Allah dan usaha yang sungguh-sungguh, pengidap LGBT dapat disembuhkan.

DR.Dr. Dadang Hawari mengatakan, “Kasus homoseksual tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui proses perkembangan psikoseksual seseorang  terutama faktor pendidikan keluarga di rumah dan pergaukan sosial. Homoseksual dapat dicegah dan diubah  orientasi seksualnya, sehingga seseorang yang semula homoseksual dapat hidup wajar lagi”. (Pendekatan Psikoreligi pada Homoseksual).

Dalam pandangan Islam setiap penyakit ada obat dan solusinya, termasuk penyakit LGBT. Intelektual Muslim DR. Adian Husaini menawarkan sepuluh solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk menanggulangi wabah LGBT di Indonesia.

  1. Dalam jangka pendek, perlu dilakukan peninjauan kembali peraturan perundang-undangan yang memberikan kebebasan melakukan peraktek hubungan seksual sejenis. Perlu ada perbaikan dalam pasal 292 KUHP, misalnya, agar pasal itu juga mencakup perbuatan hubungan seksual sejenis dengan yang sama-sama dewasa. Pemerintah dan DPR perlu segera menyepakati untuk mencegah menularnya legalisasi LGBT itu tidak dari AS dan negara-negara lain, dengan cara memperketat peraturan perundang-undangan. Bisa juga sebagian warga masyarakat indonesia yang sadar dan peduli untung mengajukan gugatan judicial review terhadap pasal-pasal KUHP yang memberikan jalan terjadinya tindak kejahatan di bidang seksual.
  2. Dalam jangka pendek pula, sebaiknya ada perguruan tinggi yang secara resmi mendirikan pusat kajian dan penanggulangan LGBT. Pusat kajian itu bersifat komprehensif dan intregative serta lintas bidang setudi. Aktivitasnya adalah melakukan penelitian-penelitian serta konsultasi fisikologi dan pengobatan bagi pengidap LGBT.
  3. Masih dalam jangka pendek, sebaiknya juga masijid-masjid besar membuka kelinik LGBT, yang memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada penderita LGBT, baik secara langsung maupun lewat media online, bahkan juga pengobatan-pengobatan terhadap penderita LGBT. Bisa dipadukan terapi modern dengan beberapa bentuk pengobatan seperti bekam, ruqyah syar’iyyah, dan sebabaginya.
  4. Pemerintah bersama masyarakat perlu segera melakukan kampanye besar-besaran untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya LGBT termasuk membatsai kampanye-kampanye hitam kaum liberalis yang memberikan dukungan kepada legalisasi LGBT
  5. Kaum muslimin, khususnya, perlu memberikan pedekatan yang integral dalam memandang kedudukan LGBT ditengah masyarakat. Bagimanpun LGBT adalah bagian dariumat manusia yang harus diberikan hak-haknya sesuai dengan perinsip kemanuisaan, sambil terus disadarkan akan kekeliruan tindakan mereka. Dalam hal ini, perlu segera dilakukan pendidikan khusus untuk mencetak tenaga-tenaga dalam dai dalam bidang LGBT. Lebih bagus jika program ini diintegrasikan dalam suatu prodi diperguruan tinggi dalam bentuk konsentrasi program studi.
  6. Para pemimpin dan toko-tokoh umat Islam perlu banyak melakukan pendekatakan ke para pemimpin dimedia masa, khususnya media televisi, agar mencegah dijadikannya media massa sebagai ajang kampanye bebas penyebaran paham dan praktek LGBT ini
  7. Secara individual, setiap muslim, harus aktif menyarakan kebenaran, melakukan ammar ma’ruf nahi mungkar, kepada siapa pun yang terindikasi ikut melakukan penyebaran paham legalisasi LGBT. Sebagimana tuntunan Al-qur’an, dakwah perlu dilakukan dengan hikmah, mauidhatil hasanah, dan berdebat dengan cara yang lebih baik
  8. Lebaga-lembaga donor dan kaum berpunya dikalangan muslim, perlu memberikan beasiswa secara khusus kepada calon-calon doktor yang bersedia menulis disertai dengan bersungguh-sungguh untuk menekuni serta terjun dalam arena dakwah khusus penyadaran pengidap LGBT
  9. Media-media massa muslim perlu menampilkan sebanyak mungkin kisah-kisah pertobatan LGBT dan mengajak mereka untuk aktif menyarakan pendapat mereka, agar masyarakat semakin optimis, bahwa penyakit LGBT bisa disembuhkan
  10. Orang-orang yang sadar dari LGBT perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai khususnya oleh pemerintah agar mereka dapat berhinpun dan memperdayakan dirinya dalam menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari dan melaksanakan aktivitas penyadaran kepada para LGBT yang belum sadar akan kekeliruannya.

(LGBT di Indonesia, Perkembangan dan Solusinya Oleh DR. Adian Husaini)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: