DPW DKI Jakarta dan Depok

Surat Edaran Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Terkait Corona

corona virus
51

Kepada yang terhormat,
Pimpinan Redaksi Media Cetak dan Elektronik
di –
Tempat

PRESS RELEASE: Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Keluarkan Surat Edaran Panduan Ibadah dan Penyikapan terhadap Virus Corona (COVID-19)

MAKASSAR – Menyikapi permasalahan virus Corona yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia, Dewan Syariah Wahdah Islamiyah mengeluarkan Surat Edaran Panduan Ibadah dan Penyikapan terhadap Virus Corona (COVID-19) bernomor D.035/QR/DSA-WI/07/1441.

Surat yang dikeluarkan pada tanggal 24 Rajab 1441 H atau bertepatan dengan hari Kamis tanggal 19 Maret 2020 ini ditandatangani oleh Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Ustaz Dr. Muhammad Yusran Anshar dan Ustaz Harman Tajang selaku sekretaris Dewan.

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah mengeluarkan panduan ini dengan menimbang beberapa poin, yang pertama adalah kondisi berkembang saat ini terkait penyebaran virus corona (COVID-19) di beberapa negara dan sudah terdeteksinya penyebaran virus tersebut di Indonesia.

Poin pertimbangan kedua adalah bahwa kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah serta kaum muslimin secara umum membutuhkan penjelasan panduan ibadah dan penyikapan yang sesuai dengan syariat terkait menyebarnya wabah virus tersebut.

Poin terakhir, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka dipandang perlu menetapkan hal itu dalam sebuah Surat Keputusan dan Imbauan.

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah kemudian mengimbau dan menyerukan kepada seluruh kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah serta kaum muslimin secara umum di manapun berada untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Senantiasa meyakini bahwa apa yang terjadi merupakan takdir dari Allah azza wajalla, dan terus mengupayakan secara maksimal untuk mencari dan melakukan sebab-sebab yang disyariatkan dan dibenarkan oleh syariat guna keluar dari musibah ini serta bertawakal sepenuhnya kepada Allah azza wajalla;

  2. Senantiasa takarub kepada Allah azza wajalla agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak zikir, istigfar, tobat, berdoa kepada Allah Azza wajalla, meninggalkan perilaku zalim, memperbanyak sedekah, dan menguatkan ukhuwah islamiah, serta beramar makruf nahi mungkar karena penyebaran virus COVID-19 ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah azza wajalla agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepadaNya;

  3. Mengajak umat Islam untuk melakukan Kunut Nazilah (berdoa untuk menangkal turunnya mala petaka dan mengangkatnya)

  4. Mengajak umat Islam agar senantiasa menjaga adab-adab Islam seperti pada saat makan, minum, bersin, batuk, menjaga wudu sesuai tata caranya secara benar dan sempurna, khususnya saat mencuci kedua tangan, saat berkumur, menghirup dan mengeluarkan air dari hidung karena pengamalan sunah seperti ini di antara wasilah menjauhkan diri dari terjangkitnya virus;

  5. Mengajak umat Islam berperan aktif untuk membatasi tersebarnya virus ini dengan cara tidak mengadakan perjalanan keluar bagi siapa saja yang berada di daerah yang telah terjangkit di dalamnya virus ini dan sebaliknya yang di luar tidak mendatangi daerah yang sudah atau terindikasi tersebarnya virus tersebut serta meminimalisir beraktifitas di luar rumah kecuali kondisi darurat kepada semuanya;

  6. Adapun pelaksanaan salat Jumat dan salat fardu berjamaah di masjid
    maka hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:
    6.1. Bagi penderita virus corona atau yang terindikasi maka wajib baginya
    untuk mengisolir diri dan tidak boleh menghadiri salat Jumat dan salat
    berjamaah di masjid demikian pula bagi yang mengalami sakit atau
    gejala seperti demam, flu dan batuk, maka tidak diperkenankan
    menghadiri salat Jumat dan salat berjamaah di masjid.
    6.2. Bagi yang tinggal di daerah yang telah terjangkiti virus ini atau
    kawasan dengan potensi penularan tinggi maka ia boleh
    meninggalkan salat Jumat dan berjamaah di masjid dengan
    mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur dan dianjurkan tetap
    dilakukan secara berjamaah di rumah masing-masing bersama
    anggota keluarganya.
    6.3. Sedangkan bagi yang tinggal di daerah yang masih terkendali atau
    potensi penularannya rendah diharapkan untuk menjalankan ibadah
    sebagaimana biasanya dengan senantiasa waspada dan
    memperhatikan potensi yang dapat menimbulkan penyebaran virus
    ini.
    6.4. Penetapan status terkendali atau tidak, merujuk kepada penetapan
    pihak yang berwenang dengan melibatkan MUI atau Ulama dan
    tokoh masyarakat setempat.

  7. Pengurusan jenazah yang terpapar COVID-19 tetap memperhatikan
    ketentuan syariat seperti biasanya dengan memperhatikan protokol medis
    yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang;
  8. Mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah serta
    kaum muslimin secara umum di manapun berada untuk tetap tenang,
    waspada, serta tidak menyebarkan berita atau informasi yang belum
    diketahui kebenarannya (hoaks), dan bersama-sama melakukan segala
    upaya untuk menangkal dan meminimalkan potensi penyebaran virus
    COVID-19 tersebut;

  9. Meminta kepada umat Islam agar berperan aktif dalam melakukan
    perbaikan diri, keluarga dan masyarakat serta menjauhkan diri dari segala
    bentuk kemaksiatan yang dengannya insyaallah dapat menghindarkan dari
    azab Allah;

  10. Hal yang belum ditetapkan tetapi sangat relevan, atau jika terdapat
    kekeliruan dalam surat keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan
    seperlunya.

Makassar, 24 Rajab 1441 H
19 Maret 2020 M

DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH

Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A. Harman Tajang, Lc., M.H.I.
Ketua Sekretaris

 

Tembusan Kepada Ykh.:
1. Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah;
2. Ketua Dewan Syura Wahdah Islamiyah;
3. Ketua Dewan Pengawas Keuangan Wahdah Islamiyah;
4. Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah;
5. Arsip.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.