DPW DKI Jakarta dan Depok

Syurga Tidaklah Semudah dan Semurah yang Kamu Sangka

0 202

 

Syurga Tidaklah Semudah dan Semurah yang Kamu Sangka

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ [٣:١٤٢

Apakah kamu menyangka  bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum dibuktikan Allah (siapa) orang-orang yang berjuang sungguh-sungguh diantara kamu dan (belum) dibuktikanNya pula orang-orang yang sabar”. (Qs. Ali Imran:142)

Pertanyaan seperti itu bermaksud sebagai bantahan.  Tegasnya  janganlah kamu menyangka, bahwa akan mudah saja kamu masuk syurga, sebelum Allah membuktikan, memperlihatkan dengan jelas siapa pejuang yang sungguh-sungguh, dan siapa yang sabar, siapa yang tahan, dan siapa yang tabah.  Syurga tidaklah semudah yang Kamu sangka. Dia  meminta kesungguh-sungguhan, semangat, antusias dan kesabaran. Sebab  Syurga itu meminta pengorbanan. Jihad, kesungguhan, kerja keras, itulah syarat pertama perjuangan. Syarat kedua ialah sabar, tahan menderita dan tabah.

Di dalam ayat ini dan ayat yang lain kalimat  Ya’ lamillah, yang menurut arti aslinya saja ialah sebelum Allah mengetahui atau di ayat lain supaya Allah mengetahui. Tetapi  oleh karena maksud dan arti sebenarnya kalimat itu di sini lebih dari itu telah kita artikan membuktikan. Sebab pada hakikatnya sebelum manusia tahu siapa yang lemah dan siapa yang kuat imannya Tuhan Allah sendiri telah tahu.  Ilmu  Allah Ta’ala tidaklah diikat  oleh suatu ruang ataupun suatu waktu. Tetapi manusia sendiri sebagai hamba Allah tidaklah senantiasa tahu sesuatu hal sebelum kejadian. Banyak  manusia, antaranya saja antara saudara sendiri, sebelum melapetaka menimpa diri kita merasa akan kuat. Tetapi setelah malapetaka itu datang barulah kita sadar dan mengetahui, bahwa kita lemah. Di situ Allah ta’ala membuktikan dengan qudrat-iradat Nya kepada kita, bahwa kita ini sesungguhnya lemah. Seorang  guru Islam yang banyak muridnya selalu memberi fatwa kepada murid-muridnya itu supaya berjuang sungguh-sungguh dan supaya sabar. Tiba-tiba  pada suatu waktu dia sendiri ditimpa malapetaka dia difitnah lalu ditahan polisi karena suatu tujuan yang sekali-kali tidak diperbuatnya. Maka suatu hari saya ketika salah seorang muridnya sempat menziarahinya dalam tahanan dia berkata: “Dahulu saya memberi fatwa kepada saudara-saudara supaya sabar ditimpa cobaan. Sekarang  diri saya sendiri lah yang saya beri  fatwa setiap hari supaya sabar! dan sekarang saya sudah dapat membuktikan kelemahan atau kekurangan saya.

Ayat ini membuktikan bahwasannya syurga yang begitu tinggi mulia dan mahal tidaklah dapat dibeli kalau hanya dengan mulut. Orang yang berbudi tinggi dan berpikiran cerdas jika masuk ke dalam tokoh besar malu akan menawar barang yang mahal. Mulutnya  tidak akan terbuka kalau dia sendiri tahu bahwa dompet uangnya kosong atau tidak seimbang isinya dengan nilai barang yang ditawar.

Seperti guru yang kita terangkan tadi, pada waktu aman tidak ada cobaan banyak yang berani bersuara lantang, berfatwa menyuruh orang berjuang, menyuruh orang sabar. Mudah Semua orang berkata demikian, sebelum mereka menyaksikan sendiri betapa payahnya berjuang dan pahitnya sabar. [sym/wahdahjakarta.com].

Sumber: Tafsir Al-Azhar Karya Prof. DR. Haji AbdulMalik AbdulKarim Amrullah (Hamka)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: