DPW DKI Jakarta dan Depok

Tanda Iman; Mencintai Kebaikan Untuk Sesama Seperti Mencintai Kebaikan Untuk Diri Sendiri

Ilustrasi: Etika bertetangga
0 128
Ilustrasi: Etika bertetangga

Tanda Iman; Mencintai Kebaikan Untuk Sesama Seperti mencintai Kebaikan Untuk Diri Sendiri

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda;

والذي نفسي بيده لا يؤمن عبد حتى يحب لجاره أو قال لأخيه ما يحب لنفسه (متفق عليه)

Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Tidak beriman (dengan sempurna) seorang hamba hingga ia mencintai (kebaikan) untuk tetangga atau saudaranya kebaikan yang ia cintai untuk dirinya” (Muttafaq ‘alaih).

 

Pelajaran dari Hadits

Wajibnya memberi perhatian pada tetangga dan saudara sesama Muslim serta mencintai kebaikan untuk mereka seperti mencintai kebaikan untuk diri sendiri.

Tidak sempurna iman seorang hamba yang Muslim hingga ia meninggalkan hasad, dengki, iri hati.

Tetangga mencakup orang beriman, fasik, kafir, teman, musuh, kerabat dan orang lain (non kerabat). Sesiapa yang pada dirinya berkumpul sifat-sifat yang mengharuskan kecintaan padanya, maka ia berada pada tingkatan yang lebih tinggi (dalam pemenuhan haknya sebagai tetangga). Demikianlah, setiap orang diberi haknya secara sesuai.

Tetangga ada beberapa tingkatan. Ada yang memilik tiga hak, yaitu tetanga yang Muslim dan merupakan kerabat. Ia memiliki hak sebagai Muslim, hak sebagai Muslim, dan hak sebagai tetangga. Ada tetangga yang yang memiliki dua hak, yakni tetangga yang Muslim dan bukan kerabat. Ia memiliki dua hak, yaitu hak sebagai Muslim dan hak sebagai tetangga. Dan ada tetangga yang memiliki hak sebagai tetangga, yaitu tetangga yang non Muslim. Ia berhak mendapatkan haknya sebagai tetangga. (Sym).

(Tuhfatul Kiram Syarh Bulughil Maram, Kitabul Jami’ Bab Al-Birr was-Shilah).

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: