DPW DKI Jakarta dan Depok

Tanya Jawab Fiqh Puasa [03]:  Bolehkah Puasa Qadha Pada Hari Syak?

0 248
Qadha Puasa

Tanya Jawab Fiqh Puasa [03]:  Bolehkah Puasa Qadha Pada Hari Syak?

Pertanyaan:

Saya mengetahui bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang puasa pada hari syak (meragukan, yaitu akhir bulan Sya’ban, atau sehari dua hari sebelum Ramadhan). Beliau melarang melarang puasa pada dua hari sebelum Ramadhan. Tapi, apakah boleh bagi saya melakukan puasa qadha untuk mengqadha hutang puasa Ramadhan yang lalu pada hari-hari tersebut?

Jawaban:

Alhamdulillah

Ya, dibolehkan mengqadha puasa Ramadhan yang lalu pada hari syak sehari atau dua hari sebelum Ramadhan.

Terdapat riwayat shahih bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang puasa pada hari syak dan beliau melarang berpuasa pada sehari dan dua hari sebelum Ramadan. Akan tetapi, larangan tersebut berlaku jika hari itu bukan hari yang menjadi kebiasaan seseorang berpuasa. Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ  ) رواه البخاري، رقم 1914، ومسلم، رقم 1082)

Jangan dahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang pada hari itu dia biasanya berpuasa. Maka berpuasalah pada hari itu.” (HR. Bukhari, no. 1914 dan Muslim, no. 1082)

Apabila dibolehkan baginya puasa sunnah yang biasa dia lakukan, maka kebolehan puasa qadha Ramadhan lebih utama lagi, karena dia wajib, dan tidak boleh baginya menunda meng-qadha puasanya hingga setelah Ramadhan berikutnya.

Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Al-Majmu’ (6/399)

“Ulama di kalangan mazhab kami berkata, ‘Tidak sah berpuasa pada hari syak (meragukan) sebelum Ramadhan. Tapi jika dia berpuasa pada hari itu untuk  puasa qadha, atau nazar, atau kaffarat, maka semua puasa itu sah. Karena, kalau  diperbolehkan baginya berpuasa sunnah pada hari itu jika memiliki sebabnya, maka puasa wajib lebih utama dibolehkan. Seperti waktu yang dilarang untuk shalat. Demikian juga, apabila dia memiliki hutang puasa Ramadan lalu, maka justeru diwajibkan baginya ketika itu, karena waktu pelaksanaan puasa qadha baginya telah sempit.”

[Sumber: https://islamqa.info]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: