DPW DKI Jakarta dan Depok

Tembus Hutan Belantara, Bantuan Logistik Wahdah Islamiyah Sempat Terjebak Lumpur

Relawan Wahdah Islamiyah bermasa warga mengangkat sepeda motor melewati pohon yang menghalangi jalan.
0 177
Tembus Hutan Belantara, Bantuan Logistik Wahdah Islamiyah Sempat Terjebak Lumpur
Relawan Wahdah Islamiyah bermasa warga mengangkat sepeda motor melewati pohon yang menghalangi jalan.

(Sigi) Wahdahjakarta.com, — Bantuan logistik Wahdah Islamiyah yang akan didistribusikan ke desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah sempat terjebak lumpur di tengah hutan belantara. Lumpur tersebut dibawa oleh tanah longsor.

Koordinator pendistribusian Nurhidayat mengatakan bantuan yang dibawanya berisi beras, gula, minyak kelapa, perlengkapan mandi dan bayi, serta kebutuhan pokok lainnya.

“Bantuan ini sebetulnya bisa sampai malam tadi. Cuman karena kita terjebak tanah longsor yang membawa lumpur setinggi perut orang dewasa makanya kami memilih turun untuk sementara waktu hingga hujan reda,” tutur Nurhidayat, Sabtu (20/10) malam.

Bantuan yang diberangkatkan sore sekitar jam lima diangkut oleh belasan motor. Namun ditengah perjalanan hujan tiba-tiba datang mengguyur relawan. Tebing-tebing disekitar jalan ambruk dan beberapa material dibawa arus air. Beberapa relawan yang berusaha lolos dari terjangan lumpur juga mengalami luka.

“Kita turunkan bantuan semua. Kita tutupi dengan tenda dan ada beberapa motor yang kita tinggal karena sudah tidak bisa lagi melewati lumpur yang sudah menimbun jalan,” jelasnya.

Relawan bersama warga akhirnya berjalan kaki selama dua jam lebih ditengah guyuran hujan. Relawan kemudian menginap di Desa Namo, Kec. Kulawi, Kab. Sigi tepatnya di sebuah mushola darurat warga sekitar.

Berdasarkan laporan warga, muslim di daerah Tomado hanya sedikit dan mereka sangat membutuhkan bantuan.

Keesokan harinya, Ahad (21/10) perjalanan dilanjutkan. Relawan berjalan selama sejam lamanya kemudian menggunakan motor yang sempat ditinggalkan saat malam. Beberapa kali motor harus diangkat melewati pepohonan yang sudah tumbang bahkan tenggelam ditengah lumpur.

“Alhamdulillah baru sampai setelah melakukan perjalanan selama tiga jam lamanya dari pintu gerbang Taman Nasional Lore Lindu,” ucap Hasyir, relawan yang ikut dalam rombongan ini.

Sambil menunggu helikopter dan jalan yang masih diperbaiki, relawan menginap di rumah-rumah penduduk di sekitaran danau Lindu. []

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: