DPW DKI Jakarta dan Depok

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

0 139

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

(Ira Ummu Aisyah)

Dahulu kalau kita pulang ke kampung, maka penampilan dan pemahaman kita terasa sangat asing. Walaupun keluarga dari pihak bapak di Jeneponto (Sulawesi Selatan) sangat sopan dan tidak pernah menyindir perbedaan yang ada di diri kami, semisal pakaian atau kami yang tidak salaman dengan keluarga yang bukan mahram.

Namun beberapa tahun belakangan ini, kami sangat bersyukur karena da’wah sudah mulai menyentuh  keluarga; beberapa di antara mereka sudah ikut program DIROSA (pendidikan iqra orang dewasa) bahkan tarbiyah intensif yang dbina oleh teman-teman dari Wahdah Islamiyah yang ada di Jeneponto. Mereka masuk ke kampung-kampung, membina masyarakat dengan tulus dan sabar. Para pejuang-pejuang kebaikan ini kebanyakannya bukan lulusan pesantren atau kampus berbasic Islam, tapi bekal da’wah mereka diperoleh dari sebuah halaqah tarbiyah islamiyah yang di dalamnya mereka dibekali dengan ilmu syar’ie dari alquran maupun hadits sesuai pemahaman salafush shalih (generasi awal Islam yang lurus), memperbaiki bacaan alquran dan mendalami hukum-hukum tajwid, dikontrol amal hariannya, ditanamkan dan dibentuk adab dan akhlaknya, diluruskan syubhat-syubhat yang bertengger di kepalanya, bahkan ditanamkan dengan kuat untuk mengambil peran dalam dawah dan perjuangan  sesuai dengan potensi masing-masing serta harus memberi manfaat dimanapun, kapanpun dan apapun profesinya.

Dirosa
Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) Sebagai Salah satu ujung tombak dakwah Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia

Sehingga tidak heran, ketika ada satu saja binaan wahdah di sebuah daerah maka akan mulai muncul kegiatan-kegiatan islamy;  minimal mengajarkan membaca alquran baik anak-anak, orang dewasa sampai kakek nenek. Dan lihatlah dari 1 orang maka akan berkembang da’wah di daerah tersebut bak angin yang bertiup dimana setiap orang bisa merasakan keberadaannya.

Sangat terharu dan berterima kasih dengan Wahdah Islamiyah yang menyebarkan da’wah ke pelosok negri dengan cinta; cinta kepada Allah dan cinta kepada manusia sehingga rela berpayah agar orang-orang di sekitar mereka mendapat kebaikan-kebaikan yang banyak dari Islam.

Saya yakin banyak teman-teman yang merasakan kebaikan ini, ketika kita terbatasi bahkan mungkin sebagian putus asa untul menda’wahi keluarga… ternyata Allah membukakan pintu hidayah/ kebaikan kepada mereka lewat orang lain… makanya tidak heran ketika salah seorang kerabat mengatakan “saya terima kasih kepada Wahdah Islamiyah”; saya terharu walaupun tetap diluruskan bahwa setiap kebaikan datangnya dari Allah, Wahdah Islamiyah cuma sarana/perantara kebaikan tersebut. Dan Begitulah kami diajarkan dan selalu diulang-ulangi oleh ustadz dan murabbi kami tentang wahdah, bahwa kita beramal dan  berjuang pastikan niat kita lillah (untuk Allah) bukan lilwahdah (bukan untuk wahdah).

Salam ta’zhim kepada segenap da’i da’iyah wahdah Islamiyah di manapun berada. Baarokallahu fiinaa wa fiikum.  [IUA/ed:Sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: