DPW DKI Jakarta dan Depok

Tetap Istiqamah Beribadah, Meski Ramadhan Telah Berlalu

0 384

 

Mengisi bulan Ramadhan dengan ragam ibadah merupakan karunia Allah yang tak terhingga. Oleh karena itu di akhir Ramadhan, setelah menyempurnakan puasa Ramadhan Allah menyuruh orang-orang beriman untuk membesarkan Allah dan mensyukuriNya (Qs.2:185)

Salah satu manifestasi mensyukuri nikmat kemudahan beribadah pada bulan Ramadhan adalah istiqamah melakukan ibadah setelah Ramadhan. Yakni menjaga keberlangsungan ibadah Ramadhan di luar bulan Ramadhan. Karena bagi seorang Muslim ibadah dan amal shaleh tidak boleh berhenti sama sekali dengan selesainya bulan Ramadhan.

Hal ini sejalan dengan hakikat taqwa yang merupakan tujuan puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Tentu saja taqwa yang dikehendaki adalah bukan taqwa musiman pada waktu-waktu tertentu saja. Tapi taqwa sepanjang hayat. Bertaqwa dimanapun dan kapanpun, sebagaimana wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kata lain dari taqwa sepanjang hayat, kapan dan dimanapun berada adalah istiqamah. Konsisten dan kontiniu melakukan kebaikan, ibadah, dan amal shaleh serta meninggalkan larangan Allah. Istiqamah juga mengandung arti terus berada di atas jalan kebaikan, dengan berpindah dari satu ibadah kepada ibadah yang lain.

Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan tentang makna istiqamah, “Menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqamah ini mencakup semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya”.

Seorang Muslim yang istiqamah selalu berpindah dari satu ibadah ke ibadah lainnya. Degan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shaleh dan ibadahnya. Ketaannya tidak putus oleh pergantian musim kebaikan. Ia lanjutkan kebaikan yang dilakukannya dengan kebaikan lainnya. Karena ia menyadari, hidupnya adalah untuk beribadah kepada Allah.

Istiqamah Itu  Nikmat

Istiqamah merupakan karamah sekaligus nikmat yang sangat agung dari Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai wasiat utama kepada sahabat yang bertanya tentang Islam.

Wahai Rasulullah, Katakan kepadaku suatu perkataan tentang Islam yang saya tidak butuh lagi bertanya tentangnya kepada selainmu”, kata Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi kepada Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ucapkanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah”, jawab Rasulullah. (Muslim).

Istiqamah juga merupakan perintah Allah Ta’ala, sebagaimana dalam surah Hud ayat 112;

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

Istiqamahlah kamu sebagaimana kamu diperintahkan”.

Istiqamah Setelah Ramadhan

Salah satu tanda sukses menjalani ibadah  Ramadhan adalah berlanjutnya keshalihan, ketaatan dan kebaikan yang telah dilakukan di luar Ramadhan. Shalat berjamaah, membaca al-Qur’an, tetap bersedekah, konsisten mengenakan hijab menutup aurat, menaklukkan hawa nafsu, menjaga lisan, dan meninggalkan apa saja yang tak berguna di kehidupan akhirat. Termasuk Sunnah menggenapkan kebaikan Ramadhan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal yang pahalanya setara dengan puasa setahun lamanya.

Jangan hentikan ragam keshalihan dan kebajikan itu saat Ramadhan berakhir, karena hidup dan mati kita hanya untuk Allah, dan bukan untuk Ramadhan.[]

 

 

 

 

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: