DPW DKI Jakarta dan Depok

Tragedi Nanggala 402; Refleksi Tentang Iman dan Kematian

Tragedi Nanggala
0 46

Tragedi Nanggala 402; Refleksi Tentang Iman dan Kematian

Oleh : Zelfia Amran (dosen komunikasi UMI Makassar)

Indonesia kembali berduka, musibah hilangnya kapal selam Nanggala 402 merupakan kabar pilu yang brgitu mengejutkan. Sebuah kapal selam yang berlabuh dalam kondisi ‘sehat’  dikabarkan hilang pada Rabu pagi, 21 April 2021, ketika sedang melakukan manuver menyelam pada pukul 03.00 WIT, di perairan sekitar 60 mil laut utara Pulau Bali. Kini kapal selam itu tidak akan kembali, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

KRI Nanggala-402  setangguh apapun hanyalah buatan manusia,  sebagai hamba dengan daya  dan kuasa yang  tentu sangat terbatas. Kita hanya mampu berharap dan berencana yang terakhir, pada titik akhirnya semua berpulang pada keputusan Sang Maha Kuasa. Entah seperti apa perjuangan 53 awak kapal tersebut.

Informasi demi informasi yang kita baca dan dengar sungguh kondisi tragis dikedalaman Samudra Allah 53 orang berjuang demi bertahan dan kembali  bersua bersama kerabat dan sanak saudara. Detik-detik yang tidak kita mampu  jangkau itulah, ketika mereka harus merasakan beratnya bertahan. Saat-saat dimana mereka harus terus saling memotivasi sebagai tim tangguh karena tanggung jawab yang besar, saat-saat mereka semakin merasa dekat dengan  Sang Pencipta, Saat-saat mereka mengingat sanak keluarga yang akan ditinggalkan.

Maka dibawah lautan itu mereka tentu tidak tinggal diam, baik-bait doa dipanjatkan, dilambungkan sekuat-kuatnya berharap pada sang Maha pemilik kekuasaan di laut, di Kekuasaan-Nya  yang Maha besar.  Di Kegelapan dalam yang hampir tidak dijumpai cahaya. Atau bahkan  tidak terdapat cahaya sama sekali. Maka, pada titik itulah  kita akan mengingat firman-Nya tentang laut dan Samudra yang telah ditundukkan bagi kita agar kita selalu bersyukur.

“Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya supaya kamu bersyukur.” (Qs. Fatir:12)

Inilah refleksi kehidupan yang tak akan pernah  kita tahu skenarionya. Semampu apapun kita merencanakan, semuanya akan kembali pada Sang Pemilik skenario kehidupan. Tragedi kehilangan segala hal dalam hidup bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Apalagi harus berpisah untuk selamanya dengan manusia-manusia terkasih.  Maka, Tidak ada lagi kesempatan untuk bersua, untuk bekerja, untuk berjumpa dan melakukan segenap harap dan cita-cita.

Bersiap menerima takdir kematian

Bersiap untuk kehilangan adalah bagian dari bukti keimanan. Bagi  kita kehilangan sesuatu yang berharga, suatu yang biasanya ada dalam hidup kita, sesuatu yang biasanya muncul di sela-sela aktivitas kita. Orang-orang yang selama ini hadir pertama kali dalam hidup kita. Kita ingin sekali, mereka terus menerus ada.

Padahal sebenarnya kita tidak pernah memiliki apapun. Segala hal yang melekat baik dalam dan di luar diri kita adalah kepunyaan-Nya. Harta, keluarga, pasangan, jabatan apapun itu. Karena hidup ini tidak benar-benar selamanya. kapanpun kita bisa hilang dan tak akan kembali.

Agar kelak jika meninggalkan kita akan  tenang, karena meninggalkan anak-anak yang baik dan berhasil dididik dan akan menjadi amal yang terus mengalir, tenang karena mereka telah menunaikan tanggujawabnya dengan baik kepada kita, amanah-Nya telah dijalankan.

Maka, hari ini saat kita memiliki mereka semua, persiapkan diri kita tidak hanya ketika mereka masih ada. Kita harus bersiap akan kehilangan itu, sehingga ketika satu per satu mereka meninggalkan kita, kita sudah siap menghadapinya. Siap pada sebuah keadaan bahwa kita harus memahami, bahwa kondisi terbaik memang demikian.

Hilangnya KRI-402 di bulan Ramadhan yang penuh berkah kembali memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa Bahwa tidak ada yang benar-benar hilang, namun pulang ke pemiliknya.

 

Ya Rabb..

Tak ada yang tak mungkin bagi-MU

Namun…

Jika pun mereka menjemput Takdir-Nya

didasar samudra-MU

Berkahi amalan Ramadhan mereka

Berikan tempat terbaik bagi mereka

Dan bagi keluarga yang kehilangan

Berikan ketabahan dan kesabaran.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: