DPW DKI Jakarta dan Depok

Tuntutan Umat Islam Indonesia dalam Aksi Bela Tauhid 211

0 80

(Jakarta) wahdahjakarta.com—Gabungan ormas Islam Indonesia menggelar Aksi Bela Tauhid II, pada Jum’at (02/11/2018).

Massa Aksi Bela Tauhid berkumpul di Masjid Istiqlal untuk melaksanakan shalat Jum’at terlebih dahulu.  Usai shalat Jum’at massa mulai bergerak dari Masjid Istiqlal, Jakarta menuju Istana Negara mulai pukul 13.00 WIB.

Hampir semua peserta aksi memakai atribut bertuliskan kalimat Tauhid. Rata-rata memakai ikat kepala dengan berlafazd kalimat tauhid.  Massa juga membawa bendera Tauhid.

Mereka juga tak lupa membawa bendera kalimat tauhid berwarna hitam dan warna putih. Massa aksi tersebut berjalan menuju ke arah patung kuda. Sesekali mereka meneriakkan takbir.

Dalam aksi bela tauhid jilid dua ini, massa menyampaikan lima tuntutan terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat La Ilaha Illallah.

Pertama, meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukan bendera ormas apapun sehingga tidak boleh dinistakan oleh siapapun.

Kedua, meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera tauhid berlaku baik pelaku maupun aktor intelektual yang mengajarkan dan mengerahkan serta menebar kebencian untuk memusuhi bendera tauhid.

Ketiga, Menghimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun.

Kempat, menghimbau kepada umat beragama agar menghormati simbol-simbol agama dan selalu menjaga kebhinekaan sehingga tidak ada lagi persekusi atau penolakan terhadap pemuka agama atau aktifis di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kelima, PBNU wajib meminta maaf kepada umat Islam atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser di Garut dan PBNU harus dibersihkan dari liberalisme dan aneka paham sesat menyesatkan lainnya karena NU adalah rumah besar ASWAJA (Ahlussunnah Wal Jama’ah).

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: