DPW DKI Jakarta dan Depok

UBN Serukan Pembelaan Terhadap Muslim Uyghur

9

(Jakarta) wahdahjakarta.com –, Menyikapi penderitaan Muslim Uyghur dan kebijakan diskriminatif pemerintah Cina, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengimbau umat Islam Indonesia untuk terus menyuarakan pembelaannya kepada Muslim Uyghur.

Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendoakan mereka agar dianugerahi rahmat kasih sayang serta diberikan perlindungan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Marilah sama-sama kita berdoa dalam shalat kita maupun dalam kesendirian kita, semoga saudara-sudara kita mendapatkan limpahan rahmat dan kasih sayang dari Allah Subhanahu wa ta’ala. serta perlindungan dariNya.

Ini adalah yang paling pertama dan utama, jangan pelit untuk berdoa, jangan pelit shalat dua rakaat untuk saudara-saudara kita,” ucap beliau dalam seruan Aksi #BelaMuslimUyghur di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Kamis Malam, (20/12/18).

Ia juga menganjurkan ke seluruh pengurus masjid di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah, serta himbauan kepada khatib jumat agar menyuarakan pembelaan terhadap Muslim Uyghur.

“Kami menganjurkan di seluruh masjid untuk melakukan qunut nazilah. Setidaknya dalam satu hari itu lima kali qunut nazilah. Juga kepada para khatib di seluruh Indonesia agar berbicara tentang pembelaan terhadap umat Islam Uyghur,” ungkap Pimpinan AQL Islamic Center tersebut.

Ulama  yang konsen di bidang tadabbur Qur’an itu menyerukan kepada peserta Aksi #BelaMuslimUyghur yang diadakan di depan Kedutaan Cina, Jakarta, maupun di kota besar lainnya agar menjaga adab, keamanan, kebersihan, ketertiban, peraturan, kedisiplinan, serta tidak merusak sarana publik dan tentu penuh kedamaian.

“Kepada semua yang tidak ikut, bisa ikut membantu saudara-saudara kita yang melakukan aksi dengan bantuan ekonomi, bantuan konsumsi, bantuan kesehatan, atau apa saja yang kita bisa bantu,” seru ustadz Bachtiar.

UBN juga menegaskan bahwa umat Islam harus punya nafas panjang. Beliau menjelaskan bahwa pembelaan terhadap Muslim Uyghur tidak boleh berhenti hanya pada aksi massa saja, namun setelahnya terus bergerak dari sisi media, advokasi dari sisi hukum, kerja-kerja kemanusiaa, dan bantuan ekonomi.

“Kalaupun besok (hari ini) dimulai dengan aksi massa, maka setelahnya kita akan terus bergerak dari sisi media, juga advokasi dari sisi hukum baik di tingkat nasional maupun bisa bergerak di tingkat internasional, kita juga akan bekerja secara kemanusiaan untuk mengirimkan tim investigasi dan memberikan bantuan kemanusiaan, juga kerja-kerja ekonomi apa yang bisa kami lakukan secara ekonomi untuk membantu saudara-saudara kita di Uyghur.” Jelas UBN.

Sebagaimana diberitakan luas oleh media massa internasional bahwa Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Cina mengalami kebijakan diskriminatif dari pemerintah komunis Cina. Muslim Uyghur mcngalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjanlankan ajaran agama mereka. Jutaan warga Muslim Uyghur dimasukknn ke kamp-kamp tahanan untuk menghapuskan dan menghilangkan identitas keislaman mereka.

Rencananya, Aksi #BelaMuslimUyghur akan digelar di depan kedutaan Besar (KEDUBES) China, Kuningan, Jakarta Selatan, (21/12), usai shalat jumat hari ini.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.