DPW DKI Jakarta dan Depok

Ungkap Fakta Pemurtadan di Lombok, MUI Gelar Seminar Nasional

Ungkap Fakta Pemurtadan di Lombok, MUI Gelar Seminar Nasional
0 142
Seminar Nasional “Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya,” di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Senin (19/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com  – Majelis Ulama Indonesia  (MUI) Pusat menggelar  seminar nasional dengan tema ‘Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya’, di Gedung MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

Ketua panitia, Nauval Dunggio mengatakan acara ini untuk mengungkapkan hasil investigasi yang dilakukan tim Komite Dakwah Khusus (KDK) selama satu pekan atas dugaan pemurtadan di Lombok, Nusa Tenggara Barat pasca bencana.

“Seminar ini hasil investigasi dari perintah Buya Anwar Abbas ke KDK (Komite Da’wah Khusus), menyelidiki kasus yang di Lombok, pasca bencana. Alhamdulillah kita kirim 3 orang, yaitu ketua sendiri Abu Deedat dan dua anggota KDK yang lain,” ungkap Nauval, Ketua Panitia seminar nasional.

Pemicu adanya investigasi ini, kata Nauval, adalah video pemurtadan yang beredar di masyarakat. Sementara orang yang merekam video itu dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

“Memang ukuran umat Islam saat ini selalu jadi korban. Kami dari KDK atas perintah Buya Anwar Abbas, kami hadir di sana hampir seminggu untuk mencari bukti-bukti tentang ada atau tidaknya pemurtadan di sana,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengungkapkan bahwa mayoritas upaya kristenisasi atau pemurtadan menggunakan celah ekonomi.

“Saya yakin, jika mengandalkan kekuatan teologis, umat Islam tidak akan mudah berpindah agama. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan celah ekonomi,” dalam Seminar yang dihadiri 150 an perwakilan ormas Islam tersebut.

Selain terkait ekonomi, Buya Abbas juga berharap ada perbaikan dalam hal pendidikan. Hal itu untuk membentengi akidah orang Islam.

“Dia harus hidup, akhirnya berubah akidahnya. Jika kita tidak mau pindah agama, beri mereka makan. memang awalnya ngasih mereka makan, tapi setelah itu beri mereka ilmu,” ujarnya.

Di sisi lain, ia memandang bahwa tindakan eksploitasi kemiskinan untuk pemurtadan adalah tidak etis. Ia pun menhimbau kepada umat Islam untuk tidak melakukannya juga.

“Jangan dengan cara yang tidak etis, kasih uang. Jangan lah. Tidak etis. Sangat tidak etis. Menyakiti hati umat Islam. Seandainya hal serupa dilakukan oleh orang Islam dengan agama lain, maka mereka juga akan sakit hati. Sama seperti kita, ada umat Islam dimurtadkan dengan kedok bantuan,” ujarnya.

Seminar Nasional ini , menghadirkan Sekjen MUI KH. Anwar Abbas sebagai Keynote speaker, serta Peneliti INSIST Adian Husaini, dan Ketua KDK Abu Deedat Syihabuddin sebagai nara sumber. (sym)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: