DPW DKI Jakarta dan Depok

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

0 259

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah

(Makassar) Wahdahjakarta.com– Di balik duka musibah Palu, terpancar kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Ibu Jamila, salah satu pengungsi Palu di Posko Muslimah Wahdah (MW). Hadiah terindah di balik musibah yang menimpanya. Tepatnya  10 Oktober 2018, Pagi hari di Puskesmas Batua Kota Makassar, lahirlah seorang bayi anak ke empat dengan perjuangan yang tidak mudah.

Selasa (16/10/2018) bayi ini diakikah di Posko Pengungsian Muslimah Wahdah Jalan Abubakar Lambogo No. 111 Makassar.

Yang unik, bayi ini  riberi nama Muslimah Wahdah. Mengenai alasan  pemberian nama Muslimah Wahdah untuk bayi perempuannya ini,  Ibu Jamila mengungkapkan alasan menamainya Muslimah Wahdah karena tersimpan banyak kenangan di posko pengungsian Muslimah Wahdah.

“Mereka Tim Muslimah Wahdah Peduli ini terus dan terus mengurusi saya dari awal kedatangan di Asrama Haji Sudiang, proses kelahiran hingga acara akikah ini, setiap saat mereka ada untuk keluarga saya. Sampai  saya berfikir apakah mereka ini tidak  punya kerjaan selain saya diurusi. Kenangan terdalam, terindah dan sangat tak bisa terlupakan,” ungkap ibu muda berusia 33 tahun ini.

Dan tentunya paling utama,tambahnya, bahwa saya berharap agar kelak anakku bisa menjadi anak yang sholehah dan baik, seperti ummi-umminya para Tim Muslimah Wahdah Peduli di posko ini, yang telah banyak membantu kami

Dibalik musibah  ada hikmah di baliknya. Sebagai bahan pembelajaran untuk bisa menjadi orang yang lebih baik.

“Dari kejadian ini saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertaubat menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, “tutupnya.

Unik, Bayi Pengungsi Palu Ini Diberi Nama Muslimah Wahdah
Jamila, Ibu dari bayi “Muslimah Wahdah” bersama pengurus Muslimah Wahdah (MW), Selasa (16/10/2018)

Menurut Ketua Departemen Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Ustadzah Herlinda, sejak ada informasi bahwa ribuan korban gempa mengungsi ke Makassar, maka kami segera bentuk tim relawan muslimah dan kordinasikan dengan cabang wahdah di makassar untuk memantau titik titik pengungsian

“Alhamdulillah tim awal kemarin meninjau lokasi pengungsian di Asrama Haji, melihat banyaknya pengungsi yang datang, tim akhirnya buka  15 titik pengungsian untuk menampung korban di 14 Kecamatan di Makassar,sampai akhirnya dibuka 100 titik pengungsian, jelas Ustadzah yang biasa disapa Ummu Iffah ini.

Terkhusus untuk kondisi Ibu Jamila,tambah Ummu Iffah, waktu itu relawan yang diterjunkan di Asrama haji, setelah kordinasi dengan pihak pemerintah, melihat Ibu Jamila dalam kondisi hamil tua, tim berinisiatif memindahkan perawatan ke tempat yang lebih kondusif sampai melahirkan.

“Tim Relawan Muslimah Wahdah diberi tugas khusus mengawal ibu Jamila sampai melahirkan, relawan muslimah diatur secara bergiliran melakukan pelayanan, ” tambahnya. [sym]

Laporan:Nisa (Tim Infokom Muslimah Wahdah Islamiyah)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: