DPW DKI Jakarta dan Depok

Ustadz Zaitun: Pelecehan Terhadap Syari’at Adalah Kemungkaran Berat

Ustadz Muhammad Zaitun saat Ta'lom Shubuh di Masjid Baitul Muhsinin Ponorogo Jawa Timur, Ahad (08/04/2018). Photo: M.Ibawi/wahdahjakarta.com
0 270
Ustadz Muhammad Zaitun saat Ta’lim Shubuh di Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo Jawa Timur, Ahad (08/04/2018). Photo: M.Ibawi/wahdahjakarta.com

“Dalam Islam, mengolok-olok agama hukumannya sangatlah berat. Pelecehan terhadap syari’at adalah bentuk kemungkaran berat, dan kemungkaran jika dibiarkan, akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala.

Ponorogo (wahdahjakarta.com)- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa pelecehan terhadap syariat Islam merupakan persolan besar yang tidak boleh dibiarkan.

“Dalam Islam, mengolok-olok agama hukumannya sangatlah berat. Pelecehan terhadap syari’at adalah bentuk kemungkaran berat, dan kemungkaran jika dibiarkan, akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala”, ucap Ustadz Zaitun pada Ta’lim Shubuh di Masjid Baitul Mukhlisin, Ponorogo, Jatim, Ahad (8/4/2018).

“Siapapun pelakunya, harus diberikan sanksi. Siapapun itu. Kenapa? Karena jika dibiarkan semua bisa terkena dampak buruknya”, tegas Ustadz Zaitun yang juga Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini mengingatkan bahwa, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah sangat marah ketika ada salah satu wanita bangsawan melakukan kemungkaran, kemudian dimintakan keringanan hukuman.

Oleh karena itu Ustadz Zaitun menyatakan bahwa ummat Islam wajib menyuarakan kebenaran ketika terjadi pelecehan terhadap ajaran Islam. “Wajib bagi umat Islam untuk menyuarakan kebenaran, amar ma’ruf nahi munkar ketika terjadi penodaan atau pelecehan ajaran Islam”, tandasnya. ibw/sym].

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: