DPW DKI Jakarta dan Depok

Valentine’s Day, Lubang Biawak di 1402

0 329

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum yahudi dan nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Bukhari dan Musim)

***

Sungguh, kalian akan benar-benar akan mengikuti kebiasaan dan cara hidup orang-orang sebelum kalian”, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan para sahabatnya. “Sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta”, lanjut sang Nabi. Maksudnya, peniruan terhadap kebiasaan, budaya, dan gaya hidup ummat terdahulu tersebut terjadi secara halus dan bertahap. Meskipun halus dan bertahap tapi pasti tanpa disadari. Bahkan sampai pada level latah tanpa sikap kritis sama sekali. Seolah semua budaya dan gaya hidup yang berasal dari luar harus diikuti.

Dalam lanjutan hadits tersebut Rasulullah menggambarkan sikap latah terhadap budaya luar dengan ungkapan, “Sampai-sampai andaikan mereka masuk ke lubang biawak sekalipun, kalian tetap mengikuti mereka”. Saking parahnya tingkat latah dan ikut-ikutan yang menjangkiti sebagian ummat ini.

Lalu siapakah “orang-orang sebelum kalian” yang dimaksud oleh Rasul dalam hadits tersebut. “Apakah mereka itu orang Yahudi dan Nasrani?”, tanya para Sahabat. “Siapa lagi (kalau bukan mereka)”, jawab Nabi. Dalam riwayat atau lafal lain, “Apakah mereka itu Persia dan Romawi?”. “Siapa lagi (kalau bukan mereka).

Apa yang disabdakan Nabi seribu empat ratusan tahun lalu telah nampak di zaman ini. Fenomena meniru dan mengikuti gaya hidup dan budaya menyimpang ummat-ummat terhadulu mewabah di tengah-tengah masyarakat Muslim. Gejala “masuk lubang biawak” telah merasuk ke hampir seluruh aspek kehidupan serta menjangkiti hampir seluruh level masyakat.

Ilmuwan dan intelektual terjebak dalam worldview dan frame work Barat. Akibatnya mereka menjadi agen yang memasarkan konsep-konsep Barat yang bertentangan dengan Islam. Salah satu contohnya adalah proyek liberalisasi dan westernisasi di dunia Islam yang dijalankan oleh sebagian sarajana Muslim. Penyebaran paham pluralisme agama dan feminisme juga merupakan contoh lain dari sikap “masuk lubang biawak”.

Demikian pula dengan kalangan generasi muda. Mereka terkontaminasi dengan gaya hidup dan life style orang Barat yang dikemas dengan bungkusan kemajuan dan kemoderenan. Salah satunya adalah perayaan Valentine’s Day yang dirayakan saban 14 Februari. Ini adalah “ikut-ikutan lubang biawak” yang sangat nyata.

Benar, peayaraan hari Valentine merupakan sikap “mengikuti kebiasaan orang-orang non Muslim”. Sebab Valintene’s Day bukan bukan budaya Islam. Bukan pula budaya Masyarakat Indonesia. Selanjutnya silahkan baca di sini. (sym)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: