DPW DKI Jakarta dan Depok

WIZ Bantu Perjuangan Mahasiswa UNDIP Mengejar Impiannya Menjadi Guru

Berkah Juara Bantu Pendidikan Dhuafa
0 211

JAKARTA- Tidak disangka sebelumnya oleh Muhammad Hanif bahwa melalui program Berkah Juara ia bisa melanjutkan pendidikan di salah satu kampus favorit di negeri ini, UNDIP melalui seleksi nasional di tahun ini di masa pandemi. Melanjutkan ke bangku kuliah adalah cita-citanya dari dulu agar kelak bisa menjadi guru yang bisa membanggakan kedua orangtuanya dan ikut mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Baginya belajar dan mengajar dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah aktif mengajar private untuk meringankan beban kedua orangtuanya sekaligus menyalurkan hobinya. Muhammad Hanif juga dulunya sewaktu bersekolah terkenal dengan anak yang rajin, aktif ikut perlombaan, dan selalu mendapatklan nilai bagus di raportnya. Maka tidak heran ia bisa diterima di UNDIP.

Mahasiswa semerter 1 UNDIP ini diketahui dari ayahnya, Pak Johan yang datang ke kantor WIZ Jakarta saat ini masih terkandala biaya pendidikan. Pembayaran tahap 2 yang harus dilunasi dalam pekan ini masih banyak kekurangan ditambah dengan kondisi ayahnya yang belum mendapatkan pekerjaan lagi setelah di PHK sangat sulit untuk melunaskannya. “Saya sedang ikhtiar ke lembaga amil zakat ini termasuk ke Wahdah Inspirasi Zakat ini meminta tolong biaya untuk pembayaran UKT ya dan SPI di universitas tersebut, insyaallah dengan izin Allah saya meminta tolong di wahdah ini”, tuturnya dengan nada penuh harap, Senin (16/11).

WIZ (Wahdah Insporasi Zakat) pada Senin (16/11) melalui program Berkah Juara melihat perjuangan dan kesungguhan Muhammad Hanif dalam melanjutkan pendidikannya menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan. Bantuan ini diterima oleh ayahnya, Pak Johan.

“Saya mengucapkan jazakallah khair kepada WIZ yang sudah membantu meringankan beban saya dalam pendidikan anak saya di Univ. Diponegoro (UNDIP). semoga WIZ ini bisa semakin sukses dan melayani ummat dengan profesional”, ujar Pak Johan. [rsp]

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: